Program Sertifikasi Perencana Keuangan Meningkat

Kamis, 30/10/2014

NERACA

Jakarta - Peminat program sertifikasi perencana keuangan semakin meningkat setelah Otoritas Jasa Keuangan mulai 2014 menjalankan fungsi pengawasan terhadap perbankan, pasar modal, serta industri keuangan nonbank.

"Sejak adanya OJK, banyak agen asuransi dan perencana keuangan yang memburu sertifikat nasional atau internasional," kata Ketua Lembaga Sertifikasi Perencana Keuangan, Tri Djoko Santoso di Jakarta, Selasa (28/10).

Dia mengatakan, lembaganya pada kuartal III 2014 telah meluluskan 1.050 peserta.

Sebagai satu-satunya lembaga sertifikasi perencana keuangan di Indonesia, perusahaan ini menerima permintaan untuk sertifikasi sekitar 4.000 orang pada 2014.

Jumlah ini, imbuhnya, masih kecil jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara lain.

"Memang tidak mudah untuk mendapatkan sertifikat perencana keuangan tingkat internasional karena harus melewati empat tahapan ujian," kata dia.

Tri juga mengemukakan, biasanya para calon perencana keuangan itu akan mencoba mendapatkan sertifikat tingkat nasional sembari berupaya mendapatkan lisensi tingkat internasional.

"Untuk beberapa institusi seperti bursa efek mewajibkan para perencana keuangan memiliki sertifikat internasional," terangya.

Sementara, Direktur Utama Sun Life Indonesia Edy Belmans menambahkan, perusahaannya telah memiliki 300 agen bersertifikat internasional.

"Pada tahun 2014, Sun Life telah mengucurkan dana sekitar US$40 juta untuk meningkatkan dan memperluas jalur keagenan," kata dia.

Profesi perencana keuangan mulai dikenal masyarakat seiring dengan meningkatnya standar kehidupan masyarakat.

Sejumlah orang membutuhkan nasihat dari perencana keuangan untuk mengelola dana yang dimiliki agar tetap sejahtera hingga hari tua. [ardi]