Program Sertifikasi Perencana Keuangan Meningkat

NERACA

Jakarta - Peminat program sertifikasi perencana keuangan semakin meningkat setelah Otoritas Jasa Keuangan mulai 2014 menjalankan fungsi pengawasan terhadap perbankan, pasar modal, serta industri keuangan nonbank.

"Sejak adanya OJK, banyak agen asuransi dan perencana keuangan yang memburu sertifikat nasional atau internasional," kata Ketua Lembaga Sertifikasi Perencana Keuangan, Tri Djoko Santoso di Jakarta, Selasa (28/10).

Dia mengatakan, lembaganya pada kuartal III 2014 telah meluluskan 1.050 peserta.

Sebagai satu-satunya lembaga sertifikasi perencana keuangan di Indonesia, perusahaan ini menerima permintaan untuk sertifikasi sekitar 4.000 orang pada 2014.

Jumlah ini, imbuhnya, masih kecil jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara lain.

"Memang tidak mudah untuk mendapatkan sertifikat perencana keuangan tingkat internasional karena harus melewati empat tahapan ujian," kata dia.

Tri juga mengemukakan, biasanya para calon perencana keuangan itu akan mencoba mendapatkan sertifikat tingkat nasional sembari berupaya mendapatkan lisensi tingkat internasional.

"Untuk beberapa institusi seperti bursa efek mewajibkan para perencana keuangan memiliki sertifikat internasional," terangya.

Sementara, Direktur Utama Sun Life Indonesia Edy Belmans menambahkan, perusahaannya telah memiliki 300 agen bersertifikat internasional.

"Pada tahun 2014, Sun Life telah mengucurkan dana sekitar US$40 juta untuk meningkatkan dan memperluas jalur keagenan," kata dia.

Profesi perencana keuangan mulai dikenal masyarakat seiring dengan meningkatnya standar kehidupan masyarakat.

Sejumlah orang membutuhkan nasihat dari perencana keuangan untuk mengelola dana yang dimiliki agar tetap sejahtera hingga hari tua. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…