Allianz Siap Jaring Lebih Banyak Lagi - Lindungi 3,4 Juta Nasabah Mikro

NERACA

Besarnya pasar asuransi mikro yang belum di garap di Indonesia, menjadi peluang bagi industri asuransi untuk merebut pasar dengan merilis berbagai produk yang ditawarkan dengan premi yang lebih kompetitif dan inovasi polis yang menjadi tangggungan.

Produk yang inovatif dan fleksibel serta distribusi yang luas dengan menjalin banyak mitra bisnis baik perbankan, koperasi dan lembaga keuangan mikro menjadi unggulan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dalam memasarkan produk asuransi mikro dan sekaligus memasyarakatkan masyarakat akan pentingnya asuransi hingga level bawah.

Hingga Agustus tahun ini, bisnis asuransi mikro Allianz telah melindungi 3,4 juta nasabah di Indonesia, dengan lebih dari 7.000 ahli waris yang telah menerima manfaatnya. Peningkatan jumlah nasabah tersebut mencerminkan komitmen Allianz dalam mengenalkan asuransi kepada seluruh lapisan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi kelas bawah dalam hal perlindungan akan risiko yang terjadi.

“Upaya kami untuk mengenalkan produk asuransi kepada masyarakat tidak akan pernah berhenti, justru kami melihat tanggung jawab perususahaan menjadi semakin besar,” ungkap Yoga Prasetyo, Head of Emerging Consumer Business Allianz Life Indonesia di Jakarta belum lama ini.

Untuk memasarkan produk-produk asuransi mikro, saat ini asuransi mikro Allianz bekerja sama dengan 3 mitra perbankan, 5 koperasi dan 61 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi hingga Jayapura. Dengan kerja sama yang dilakukan oleh mitra-mitra bisnisnya, untuk terus menjangkau masyarakat ekonomi mikro sesuai yang dibutuhkan

Pada tahun 2013, lebih dari 6,000 ahli waris nasabah telah merasakan manfaat asuransi melalui penerimaan dana klaim dari Allianz sebesar Rp 9,97 miliar. Pembayaran klaim terbesar masih berasal dari nasabah produk asuransi jiwa kredit (credit life), dimana perlindungan asuransi jenis ini menjamin manfaat untuk pelunasan kredit dari Tertanggung ketika yang bersangkutan meninggal dunia sebelum jangka waktu kredit berakhir. Selain itu, Ahli Waris Tertanggung juga akan menerima santunan untuk meringankan berbagai biaya yang diperlukan oleh anggota keluarga untuk melanjutkan kehidupan.

Selain dari manfaat asuransi yang bisa diperoleh, Allianz juga melakukan upaya edukasi sukarela mengenai cara pengelolaan keuangan sederhana yang diyakini dapat membantu masyarakat untuk mengatur keuangan dengan lebih baik, sehingga masyarakat mampu menjaga kualitas kredit sekaligus pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha kecil yang lebih baik.

Edukasi mengenai pengelolaan keuangan sangat penting dilakukan sebagai tahap awal masyarakat sebelum mengenal lebih jauh mengenai manfaat asuransi secara umum. Kedua hal ini, perlindungan asuransi dan pengetahuan pengelolaan keuangan merupakan perpaduan yang baik untuk membantu segmen masyarakat berkembang (emerging consumer) dalam upaya mereka terlepas dari jerat kemiskinan.

BERITA TERKAIT

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi…

Mendes PDTT - Lebih Enak di Desa Dibanding di Kota

Eko Putro Sandjojo  Mendes PDTT Lebih Enak di Desa Dibanding di Kota Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…