Laba Bersih Elnusa Capai Rp 288,29 Miliar

Kinerja Kuartal Tiga

Rabu, 29/10/2014

Kinerja Kuartal Tiga

Laba Bersih Elnusa Capai Rp 288,29 Miliar

Jakarta- PT Elnusa Tbk (ELSA) hingga sembilan bulan pertama tahun ini membukukan laba bersih sebesar Rp288,29 miliar atau melesat hingga 144,56% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp117,88 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (28/10).

Dijelaskan, melesatnya laba bersih perusahaan didukung menurunnnya sejumlah beban dan naiknya pendapatan sekitar 3,42% menjadi Rp3,02 triliun dibanding akhir September tahun lalu senilai Rp2,92 triliun. Namun naiknya pendapatan diikuti bertambahnya beban pokok pada periode tersebut menjadi Rp2,55 triliun dari Rp2,5 triliun.

Kendati demikian, beban lainnya berhasil ditekan, seperti beban penjualan berkurang menjadi Rp2,05 miliar dari Rp2,56 miliar, beban umum dan administrasi menjadi Rp200,1 miliar dari Rp205,49 miliar. Selain itu, beban keuangan juga susut menjadi Rp26,95 miliar dari Rp43,71 miliar. Sementara penghasilan bunga meningkat menjadi Rp24,39 miliar dari Rp11,99 miliar.

Perseroan juga mencatat keuntunguan penjualan naik menjadi Rp87,25 miliar dari Rp18 juta, dan pendapatan lain-lain mencapai Rp28,81 miliar dari periode yang sama tahun lalu minus Rp1,68 miliar. Sementara laba periode berjalan tumbuh 136,46% menjadi Rp290,18 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp122,72 miliar. Adapun laba bersih per saham meningkat menjadi Rp39,50 per lembar dari Rp16,22 per lembar.

Jumlah aset perusahaan akhir bulan lalu tercatat sebesar Rp4,14 triliun, dengan total utang Rp1,69 triliun. Jumlah itu menurun dibanding akhir 2013, di mana aset perusahaan senilai Rp4,37 triliun, dengan total utang Rp2,09 triliun. Sebagai informasi, belum lama ini perseroan mendirikan dua usaha baru bersama dengan anak usahanya yaitu PT Elnusa Patra Ritel (EPR). Dua anak usaha tersebut adalah PT Elnusa Oilfield Services dan PT Elnusa Geosains Indonesia.

Disebutkan, PT Elnusa Oilfield Services (EOS), perseroan memiliki kepemilikan 99,99%. Usaha baru ini bergerak di bidang drilling dan oilfield services di bidang jasa, perdagangan, pembangunan dan peindustrian. PT EOS memberikan jasa pendukung untuk perusahaan di sektor migas. Sementara untuk PT Elnusa Geosains Indonesia (EGI) bergerak di bidang seismic services untuk jasa, perdagangan dan pembangunan. PT EGI memberikan jasa pendukung operasional kegiatan perusahaan di sektor migas.

Pada semester pertama tahun ini, Elnusa mencatatkan kontrak baru mencapai Rp430 miliar. Disebutkan, sebagian kontrak baru tersebut berasal dari kontrak driling and oilfield services (dos),” Sebagian besar kontrak yang kami miliki itu berasal dari kontrak driling and oilfield services (dos) sebagian lagi dari kontrak jasa seismik,”kata Investor Relation Elnusa, Rifqi Prasetyo.

Menurut Rifqi, pada 2014 ini perseroan menargetkan dapat memperoleh kontrak baru hingga sebesar US$ 600 juta. Meski begitu, Rifqi melanjutkan bahwa perseroan pada tahun ini kemungkinan memprediksikan pendapatannya akan naik tipis dibandingkan pada 2013 lalu.“Tahun ini revenue kita akan flat, kalau pun naik hanya sedikit tidak banyak,” terangnya. (bani)