Bisnis Asuransi Mikro Allianz Kian Tumbuh

NERACA

Jakarta - Bisnis asuransi mikro Allianz Indonesia, hingga Agustus 2014, telah melindungi 3,4 juta nasabah di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 7.000 ahli waris yang telah merasakan manfaat asuransi melalui pembayaran klaim dari Allianz.

Peningkatan jumlah nasabah yang pesat di setiap tahunnya menunjukkan jalur yang tepat dari tujuan bisnis asuransi mikro Allianz untuk mengenalkan asuransi kepada seluruh lapisan masyarakat, melindungi upaya masyarakat untuk meningkatkan kelas ekonomi sosialnya dan membawa masyarakat untuk tumbuh bersama Allianz.

“Upaya kami untuk mengenalkan asuransi kepada masyarakat tidak akan pernah berhenti, justru kami melihat saat ini tanggung jawab perusahaan menjadi lebih besar. Awalnya kami memperkenalkan asuransi melalui komponen credit life kepada nasabah lembaga keuangan mikro. Namun dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap asuransi. Kami ingin asuransi mikro tumbuh seiring dengan pertumbuhan tingkat ekonomi masyarakat yang kami layani,” ujar Yoga Prasetyo, Head of Emerging Consumer Business Allianz Life Indonesia, di Jakarta, Selasa (28/10).

Allianz Indonesia melihat peningkatan jumlah UMKM di Indonesia setiap tahunnya sejalan dengan tumbuhnya jumlah masyarakat kelas menengah. Oleh sebab itu peningkatan ini harus diimbangi dengan perlindungan terhadap risiko kehidupan, sehingga kestabilan upaya peningkatan ekonomi masyarakat bisa terjaga.

Risiko yang dimaksud, antara lain, hilangnya sumber pendapatan dari pencari nafkah baik yang diakibatkan oleh meninggal dunia, kehilangan pekerjaan atau kehilangan tempat usaha yang kesemuanya hingga kini masih dianggap menjadi momok yang mengancam upaya peningkatan kesejahteraan dari masyarakat kelas menengah ke bawah.

Saat ini, imbuh Yoga, Allianz Indonesia menghadirkan perlindungan atas risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau kehilangan tempat usaha yang menyebabkan nasabah/ tertanggung kehilangan sumber pendapatannya yang kemudian berakibat tersendatnya pembayaran angsuran/ pinjaman kepada pemberi pinjaman (BPR, perbankan, dan institusi keuangan mikro).

Produk asuransi ini bukan hanya memberikan manfaat pelunasan atas pinjaman yang dimiliki tapi juga memberikan manfaat tambahan berupa dana santunan. “Allianz Indonesia memberikan perlindungan bagi masyarakat untuk dapat melindungi finansial mereka dan keluarga mereka. Kami ingin memberikan ketenangan kepada nasabah dalam menghadapi risiko yang dapat mengancam sumber pendapatan dan usaha mereka,” tukasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Komposisi Besaran Iuran Pensiun Dibawa Ke Meja Presiden

NERACA   Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengadakan pertemuan dengan lembaga-lembaga seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Koordinator…

Premi Asuransi Generali Tumbuh 9,5%

  NERACA   Jakarta - Di tengah pelambatan ekonomi kuartal pertama ini, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) masih mencatat…

Lotte Mart - Equity Life Luncurkan Program Lotte Sehat

NERACA Jakarta - Program Lotte Sehat adalah program kerja sama antara PT Equity Life Indonesia dengan salah satu perusahaan retail terbesar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…