Kinerja Electronic City Bakal Terkerek Naik

Pertumbuhan Kelas Menengah

Rabu, 29/10/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun saat ini pertumbuhan ekonomi dalam negeri tengah mengalami perlambatan, namun tidak mempengaruhi daya beli masyarakat dan sebaliknya Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi kelas menengah (middle income class). Rupanya kondisi ini bakal menuai berkah bagi PT Electornic City Tbk (ECII).

Dalam kajiannya yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (28/10), Riset PT Daewoo Securities Indonesia menyatakan, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia menjadi peluang bagi PT Electronic City (ECII) sebagai salah satu pelaku usaha besar di bidang peralatan elektronik dan kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, Daewo Securities menyakini perusahaan akan mampu menangkap potensi pertumbuhan pasar elektronik di Indonesia.

Selain itu, riset tersebut juga mengungkapkan, jumlah toko Electronic City saat ini tercatat sebanyak 47, dan 16 unit berupa Electronic City outlet. Selama tiga tahun terakhir, pendapatan perusahaan telah bertumbuh rata rata sebesar 34,8% (year on year/YoY). Namun demikian, bila melihat dari sisi transaksi perdagangan saham ECII, kondisi yang terjadi seolah berbanding terbalik.

Sejak IPO pada bulan Juli, saham ECII telah mengalami penurunan sebesar 75,2% dari Rp 4.050 pada tanggal 3 Juli 2013 menjadi Rp 1.005 pada 27 Oktober 2014. Mengacu pada Bloomberg, saham ECI ditransaksikan pada 5,5x dan 4,2x berbanding earning per share (EPS) tahun 2014 dan 2015. Hal ini seolah memberikan sebuah sinyal unik mengingat IHSG saat ini ditransaksikan pada 16,3x dan 13,9x.

Apa yang seharusnya berada di benak investor adalah, apakah ECII akan membukukan pendapatan yang bertumbuh secara berkelanjutan? Riset Daewoo memperkirakan laba bersih 2014 perseroan akan mencapai Rp 245,1 miliar, sementara hingga semester I-2014 mencapai Rp 120,7 milar, atau 49% dari proyeksi tersebut.

Perusahaan meyakini masih akan mampu membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif ke depannya. Dengan menggunakan asumsi angka konsensus maka, pendapatan akan bertumbuh sebesar 33% dan laba bersih 18,5%. Bahkan bila memasukkan faktor asumsi bearish, Daewoo melihat ECII mampu untuk bertumbuh tidak jauh dari angka pertumbuhan gross domestic product (GDP) Indonesia.

Seperti diketahui, Electronic City berencana menambah hingga 20 gerai baru hingga akhir tahun ini. Perseroan telah menyiapkan dana belanja modal sebesar Rp400 miliar. Dengan penambahan gerai tersebut, perseroan berharap meningkatkan pertumbuhan penjualan sebesar 35-50%.

Direktur Komersial dan Investor Relations Electronic City, Fery Wiraatmadja pernah bilang, penambahan gerai ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu yang mencapai 33 gerai. Penyebabnya karena musim politik dan belum menentunya kondisi makro ekonomi.

Meskipun begitu, perseroan berkeyakinan hal itu tidak mempengaruhi kinerja tahun ini. Dirinya juga menyakini realisasi target tersebut bisa di capai. Ada beberapa strategi yang akan dilakukan perseroan. Antara lain, menggenjot penjualan audio video, gadget and office equipment, mobilephone and computer dan home appliances. (bani)