Respon Laporan Keuangan, IHSG Menguat

Rabu, 29/10/2014

NERACA

Jakarta – Minim sentiment positif, laju indeks harga saham gabungan(IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terkoreksi 22,988 poin (0,46%) ke level 5.001,304. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,811 poin (0,57%) ke level 846,531.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa pelaku pasar kembali mengambil posisi lepas saham seiring dengan munculnya spekulasi di pasar bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBBM) bersubsidi akan ditunda,”Aksi jual pelaku pasar akibat spekulasi dan ketakutan bahwa kenaikan harga BBM akan ditunda dari sebelumnya November tahun ini," katanya di Jakarta, Selasa (28/10).

Selain itu, lanjut dia, susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dinilai kurang memuaskan bagi investor menambah sentimen negatif sehingga membuat IHSG BEI kembali bergerak terkoreksi. Namun, secara teknikal dirinya melihat penurunan indeks BEI masih di batas level yang aman. Berikutnya, indeks BEI Rabu diperkirakan akan bergerak menguat seiring dengan laporan keuangan emiten yang positif.

Pada perdagangan kemarin, tiga sektor saham masih bisa menguat, yaitu perkebunan, aneka industri, dan keuangan. Aksi jual banyak terjadi di saham-saham tambang dan infrastruktur. Pemodal asing kembali melepas saham. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 638 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 192.359 kali dengan volume 7,523 miliar lembar saham senilai Rp 4,747 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 174 turun, dan 90 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia sore ini bergerak mixed. Namun bursa saham Hong Kong dan Tiongkok melonjak hingga lebih dari 1%.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 775 ke Rp 9.100, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 17.000, SMART (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 7.950, dan Indo-Rama (INDR) naik Rp 215 ke Rp 1.095. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 21.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 11.875, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 29.600, dan Bank of India (BSWD) turun Rp 350 ke Rp 1.260.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup melemah 20,84 poin (0,41%) menjadi 5.003,45. Turun Indeks LQ45 juga melemah 4,51 poin (0,53%) di posisi 846,83. Dari 10 sektor saham, hanya aneka industri yang masih mampu bertahan positif dengan penguatan 9,15 poin (0,78%). Sisanya melemah, dengan koreksi terdalam dialami oleh sektor infrastruktur yaitu 16,69 poin (1,45%).

Perdagangan berjalan tidak terlalu semarak dengan frekuensi 101.174 kali yang melibatkan 3,33 miliar unit saham senilai Rp 2,31 triliun. Terdapat 106 saham menguat, 140 melemah, dan 92 stagnan. Saham-saham yang melemah cukup signifikan dan menjadi top losers antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 550 menjadi Rp 21.150, Indocement (INTP) turun Rp 300 menjadi Rp 23.575, dan Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 250 menjadi Rp 20.050.

Sementara saham-saham yang mampu menguat dan masuk jajaran top gainers di antaranya Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 850 menjadi Rp 9.175, Siloam Hospitals (SILO) naik Rp 225 menjadi Rp 13.700, dan United Tractors (UNTR) naik Rp 175 menjadi Rp 17.125.

Minimnya sentimen positif membuat IHSG ikut terseret bursa regional yang mixed cenderung melemah karena kekhawatiran terhadap penurunan harga minyak dunia dan Wall Street yang datar-datar saja. Di dalam negeri, pelaku pasar menilai Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di luar ekspektasi, sehingga butuh waktu untuk membuktikan kinerjanya.

Sebaliknya, diawal perdagangan IHSG dibuka naik 4 poin ke level 5.028,33 dari 5.024,29. Adapun kumpulan saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 dibuka naik 0,1 poin menjadi 355,99. Indeks LQ45 dibuka naik 1 poin ke level 852,35 dari 851,34. Sementara indeks syariah yang tergabung dalam ISSI dibuka turun menjadi 161,09 dari 161,20.

Sementara dari global, pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak sideways, seiring kejatuhan harga minyak. Penguatan dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,07%. Sementara indeks S&P 500 membukukan pelemahan -0,15%. Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh hasil stress test bank di Eropa. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang -0,24 persen. Sementara indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat tipis +0,03%.

Adapun harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin (27/10) malam pukul 20.35 waktu New York atau pagi ini WIB tergerus US$ 0,01 (0,01%) ke level US$ 81,00 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil melemah US$ 0,30 (0,25%) ke level US$ 85,83. IHSG Senin (27/10) turun 48,78 poin (0,96%) ke level 5.024,29. Kumpulan saham bluechips yang tergabung dalam indeks Investor33 melemah 4,31 (1,20%) mencapai posisi 355,38. Sementara indeks LQ-45 tergerus 11,21 poin (1,30%) ke level 851,34. (bani)