Kimia Farma Raup Laba Rp 143,83 Miliar

NERACA

Jakarta -Perusahaan farmasi milik pemerintah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil membukukan laba bersih kuartal tiga tahun ini tumbuh 18,43% menjadi Rp 143,83 miliar, dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 121,45 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (28/10).

Dijelaskan, naiknya laba bersih tersebut didukung melonjaknya penjualan bersih sekitar 9,22% menjadi Rp3,08 triliun dibanding kuartal III tahun lalu senilai Rp2,82 triliun. Naiknya angka penjualan diiikuti dengan bertambahnya beban pokok penjualan menjadi Rp2,14 triliun dari Rp1,95 triliun. Sementara beban usaha meningkat menjadi Rp762,21 miliar dari Rp713,34 miliar.

Kendati demikian, beban kurs berhasil dikurangi mencapai 77,86% menjadi Rp974,12 juta dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,40 miliar dan pendapatan lainnya meningkat menjadi Rp36,91 miliar dari Rp27,14 miliar. Laba tahun berjalan hingga akhir September 2014 tercatat sebesar Rp145,15 miliar, tumbuh 19% dibanding akhir September 2013 senilai Rp121,95 miliar. Adapun laba per saham dasar bersih naik menjadi Rp25,90 per lembar dari Rp21,87 per lembar.

Total aset perusahaan per akhir bulan lalu mencapai Rp2,74 triliun, dengan total utang Rp1,03 triliun. Jumlah itu naik dibanding akhir tahuh lalu, di mana aset perusahaan tercatat senilai Rp2,47 triliun, dengan total utang Rp847,58 miliar.

Asal tahu saja, guna meningkatkan penjualan, perseroan terus membuka potensi pasar luar negeri dan kedepan, perseroan berencana mengekspor produk farmasi ke Kazakstan. Dirut Riset dan Pengembangan Bisnis PT Kimia Farma Tbk, Wahyuli Syafari pernah bilang, pihaknya akan terus melakukan pendekatan intesif dengan kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mendapatkan informasi perihal potensi produk farmasi yang dibutuhkan Kazakstan,”Kami mau kerjasama dengan Kazakstan. Kami sekarang lebh aktif dengan Kemenlu dan Kemendag karena itu sumber infromasi. Kira-kira apa aja produk-produk yang diminati Kazaktstan," ujarnya.

Tak hanya Kazakstan, Lanjut Wahyuli, perseroan juga berencana menetapkan negara Kamboja target pasar ekspor sektor farmasi."Kami akan menggenjot sektor produksi garam, yang biasanya di ekspor ke negara Tiongkok. Meskipun saat ini masih lemah dikarenakan harga produksi garam masih melemah. Masih kecil kok, karena Yodium kan, masih lemah. Dulu sempat US$50 per kilogram, sekarang cuma US$ 30 per kilogram," jelas dia.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp5,2 triliun, sedangkan labanya sebesar Rp324 miliar. Sedangkan di tahun 2013, tercatat laba bersih Kimia Farma mengalami peningkatan sebesar 4,59% menjadi Rp215,6 miliar dari Rp205,7 miliar. Perseroan mengalokasikan belanja modal Rp939,5 milar. (bani)

Related posts