Laba Bersih Mitra Pinasthika Turun 2,9%

Imbas Perlambatan Ekonomi

Rabu, 29/10/2014

NERACA

Jakarta – Pada Sembilan bulan pertama tahun ini, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mencatat laba bersih sebesar Rp399 miliar atau turun 2,9% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp410,57 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (28/10).

Presiden Direktur MPMX Koji Shima mengatakan, dinamika ekonomi makro Indonesia hingga akhir kuartal III/2014 masih menghadapi berbagai tantangan dan ditambah pertumbuhan ekonomi melambat, likuiditas yang cukup ketat, serta defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang masih lebar menjadi pemicu melemahnya kinerja perseroan,”Menghadapi tantangan tersebut, kami berfokus melakukan hal-hal fundamental dan melakukan pendekatan lebih konservatif di seluruh lini bisnis kami," kata Koji.

Dengan strategi tersebut, MPMX memastikan bisnisnya tetap sehat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan sebesar 16,5% menjadi Rp12 triliun dan laba kotor sebesar 14,3% menjadi Rp1,7 triliun dibandingkan periode yang sama 2013,”Kami bersyukur di tengah situasi ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan, MPMX masih dapat terus bertumbuh secara sehat, terutama dengan pertumbuhan pendapatan yang masih di angka dua digit,”ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, diperkirakan kondisi ekonomi makro masih menantang. Namun dia optimistis, dengan strategi bisnis yang tepat dan daya saing anak-anak usaha yang terus meningkat, MPMX akan terus bertumbuh.

Sebelumnya di bulan September lalu, MPMX melalui anak perusahaannya, MPM Global Pte Ltd menerbitkan obligasi (senior notes) bertenor 5 tahun senilai US$ 200 juta atau setara Rp2,4 triliun (kurs Rp12.000), dengan yield sebesar 6,75%. Penawaran obligasi ini mengalami kelebihan permintaan hingga 7 kali atau senilai US$1,4 miliar setara Rp16,8 triliun,”Tingginya minat investor terhadap obligasi pertama MPMX menunjukkan besarnya kepercayaan investor terhadap kekuatan dan prospek bisnis MPMX, serta kemampuan manajemen dalam mengeksekusi rencana pertumbuhan dan prospek bisnisnya di masa depan," imbuh Koji.

Belum lama ini, perseroan melalui anak perusahaanya, MPM Global Pte Ltd menerbitan obligasi (senior notes) bertenor lima tahun senilai US$ 200 juta atau setara Rp2,39 miliar (kurs Rp11.970), dengan yield final sebesar 6,75%. Disebutkan, respon investor yang sangat antusias terhadap penawaran ini tercermin pada kelebihan permintaan (oversubscribed) sampai dengan 7 kali dengan nilai total pemesanan sebesar US$1,4 miliar.

Asal tahu saja, baik surat utang maupun bunga dari surat utang yang akan jatuh tempo pada 2019 ini sepenuhnya akan dilindungi nilainya (hedged). Dalam aksi korporasinya ini, perseroan telah menunjuk Deutsche Bank Global AG Singapura sebagai sole bookrunner dan lead manager.

Adapun porsi penerbitan surat utang itu, sebesar 86% dialokasikan kepada investor dari Asia, sementara investor Eropa dan investor offshore Amerika Serikat mendapatkan alokasi 14%. Tercatat sindikasi investor terdiri dari para fund manager global dengan alokasi sebesar 93% dan investor retail sebesar 7%. (bani)