Sari Roti Bukukan Penjualan Rp 1,36 Triliun

Rabu, 29/10/2014

Hingga kuartal ketiga tahun ini, produsen Sari Roti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil meningkatkan penjualan sebesar Rp 1,36 triliun atau tumbuh 22,79% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,05 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga berhasil untuk mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 31% menjadi Rp 131,66 miliar dari Rp 90,84 miliar di kuartal III tahun 2013 lalu. Kemudian laba usaha juga meningkat 29,79% dari Rp 141,65 miliar ke Rp 201,77 miliar. Meski demikian, kenaikan penjualan dan laba juga diikuti dengan meningkatnya beban pokok penjualan sebesar 21,56% dari Rp 485,09 miliar menjadi Rp 631,89 miliar pada kuartal III-2014.

Sementara itu, total aset ROTI hingga kuartal III-2014 ini berada di angka Rp 2,08 triliun naik 12,86% dari Rp 1,82 triliun pada kuartal III 2013 lalu.Tercatat, total liabilitas perseroan pada kuartal III-2014 berada di posisi Rp 1,18 triliun. Dengan komposisi, liabilitas jangka pendek Rp 307,61 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 1,18 triliun. Sedangkan, untuk kas dan setara kas akhir tahun ini meningkat dari Rp 190,82 miliar menjadi Rp 93,42 miliar pada kuartal III-2014 ini.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan penjualan tumbuh 24,50% atau sekitar Rp1,88 triliun. Maka untuk memenuhi target penjualan, perseroan terus mempercepat pembangunan pabrik baru di Cikande dan Purwakarta. Selain itu, perseroan juga bakal meremajakan mesin pabrik yang ada.

Public Relation PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Stephen Orlando pernah bilang, belanja modal yang dianggarkan perseroan untuk peremajaan dan pemeliharaan pabrik sekitar Rp 120 miliar, “Diharapkan dengan peremajaan pabrik ini bisa meningkatkan kapasitas produksi perseroan menjadi 4 juta perhari diluar dua pabrik baru,”ujarnya.

Dia menuturkan, sumber dana belanja modal berasal dari operasional dan pinjaman perbankan. Untuk pinjaman perbankan perseroan sudah memperolehnya dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp150 miliar. Dana tersebut, sebagian dialokasikan untuk belanja modal. (bani)