Saat Pemuda Bersumpah

Oleh: Herni Susanti, Pemerhati Masalah Bangsa

Rabu, 29/10/2014

Hari Sumpah Pemuda adalah spirit sekaligus harapan bagi kita sebagai anak muda yang dapat menjembatani di era perubahan dibidang politik ekonomi dansosial budaya. Apa lagi momen Sumpah Pemuda, dapat dijadikan wadah untuk menggugah kesadaran bersama agar tidak terjadi hal-hal yang buruk terhadap kita semua, sebagai anak bangsa untuk bersama-sama menuju pembangunan kedepannya yang lebih baik. Kaum muda selalu menggulirkan pencerahan dalam pembangunan karakter pemuda bangsa demi pembangunan nasional yang lebih baik. Pemuda Indonesia mempunyai ciri-ciri khusus yang berbeda dari jaman ke jaman.

Untuk itu, pemuda sekarang harus membina dan memupuk kreativitas dalam menyalurkan idealisnya secara baik dan benar. Kurangnya penghormatan terhadap anak muda membuat pemuda dipandang sebelah mata oleh orang tua. Para pemuda disarankan mempunyai sesuatu yang baru dan tidak berpikir kebelakang. Sedangkan orang tua harus berfikir secara relevan dan sesuai zaman sehingga bisa berfikir setara dengan pemuda.

Persatuan dan kesatuan bangsa dan negara amat tergantung pada para pengemban di seluruh lapisan masyarakat, dalam hal ini sebagai generasi muda sangat berperan dalam mengaktualisasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat yakni perbuatan yang berdasarkan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Globalisasi memang tidak dapat dihindari serta sangat berpengaruh pada aktivitas kebangsaan dan oleh sebab itu perlu disikapi secara arif dan bijaksana nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, faham liberalisme agar tidak diterapkan tanpa dilandasi oleh budaya bangsa.

Sekarang ini kita tidak punya musuh secara nyata, musuh kita bersama sekarang ini tidak kelihatan yaitu merupakan untuk memajukan republik ini yang lebih baik kedepannya. Perlu diketahui bersama, yang merusak karakter dan kepribadian anak muda Indonesia adalah salah satunya yaitu mempunyai lebiasaan tidur pagi, karena kita ketahui bahwa waktu pagi itu adalah waktu yang sangat efektif untuk melakukan segala sesuatu hal.

Faham Nasionalisme

Fenomena umum kurang pedulinya masyarakat terhadap faham nasionalisme atau wawasan kebangsaan hal tersebut dipicu oleh situasi perkembangan kehidupan masyarakat yang mengarah pada kehidupan individualisme. Untuk itu, perlu meningkatkan pengetahuan dan pengawasan kebangsaan kepada pemuda sekaligus mampu mau meneruskan pada orang lain dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Kesadaran masyarakat bahwa dirinya adalah warga negara NKRI yang memiliki UUD 1945 dan Pancasila.

Pemahaman akan hak kewajiban serta mempunyai rasa bangga dan cinta tanah air serta rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Visi dan strategi yang dicapai bersama yaitu persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan syarat mutlak di dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dalam reformasi ini. Kondisi rasa kebangsaan saat ini menurunnya rasa cinta tanah air, menurunnya rasa kebersamaan dan memudarnya budaya bangsa adalah implikasi lemahnya wawasan kebangsaan. Masyarakat Indonesia yang majemuk namun kenapa sekarang Indonesia seperti kotak-kotak??

Wawasan Kebangsaan

Wawasan Kebangsaan sangat penting untuk menangkal berbagai dampak dari perkembangan globalisasi yang membuat nilai-nilai kebangsaan di masyarakat, khususnya generasi muda, mulai luntur dan hilang.Wawasan Kebangsaan Indonesia dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia berkembang dan mengkristal dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam bentuk Negara Indonesia yang tercetus pada waktu dibacakannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1982 sebagai tekad pejuang yang merupakan konvensi nasional tentang pernyataan eksistensi bangsa indonesia yaitu Satu Nusa Satu Bangsa dan menjungjung Bahasa Persatuan bahasa Indonesia. 3 unsur wawasan kebangsaan yang meliputi Rasa kebangsaan, Faham kebangsaan dan Semangat kebangsaan.

Sementara itu, khusus untuk pembangunan kharakter bangsa, agar diupayakan lebih fokus pada pendidikan anak usia dini samapai dengan sekolah dasar (golden ages) dengan mengetumakan pendidikan moral berdasarkan Pancasila melalui 4 aspek yakni menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, menghargai lingkungan dan keindahan dan menghargai kelompok dan komunitas.

Tumbuhnya 4 pilar kebangsaan dan dari akumulasi semua ini yg beda tadi kita samakan dan kita kemas jadikan satu sehingga timbul dan tumbuh persatuan dan kesatuan bangsa yang erat dan kokoh. Wawasan kebangsaan mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang memahami keberadaannya atau jati diri sebagai suatu bangsa dan bersikap dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan eksternal.

Tantangan bangsa Indonesia kedepan sangatlah berat, baik tantangan domestik, regional maupun global.Tantangan domestic seperti kemiskinan, keterbelakangan dan masih adanya ancaman separatis bisa mengancam disintegrasi bangsa apabila tidak segera di atasi. Belum lagi dalam mengadapi turbulensi pasar regional maupun global akan semakin tertekan dan terlibas oleh terjangan pasar global dan regional.***