Mandiri Perkuat Bisnis di Hongkong

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mengembangkan bisnis di Hongkong guna mendukung ekspansi usaha perusahaan Indonesia ke Hongkong maupun perusahaan Hongkong yang berbisnis di Indonesia.

Melalui kantor Bank Mandiri Hongkong, perseroan telah menyalurkan kredit sebesar US$161,6 juta hingga September 2014, naik 22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$131,7 juta. Kualitas kredit pun tetap terjaga dengan rasio NPL sebesar 0%.

“Pencapaian tersebut merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama Indonesia , termasuk dalam mengembangkan bisnis di luar negeri,” kata Manajer Umum Bank Mandiri Hongkong, Dikdik Yustandi, melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (28/10).

Bank Mandiri Hongkong juga memberikan layanan trade financing, baik ekspor maupun impor. Hingga September 2014, transaksi trade finance Bank Mandiri Hongkong mencapai US$406,5 juta. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan September 2013 yang tercatat sebesar US$385 juta.

Penguatan bisnis trade finance di Hongkong terus dilakukan Bank Mandiri dengan tujuan untuk mendukung peningkatan perdagangan internasional Indonesia. Selain itu, lanjut Dikdik, Bank Mandiri Hongkong juga memperkuat bisnis remitansi (pengiriman uang), di mana sampai dengan September 2014, total transaksi remitansi mencapai US$27,7miliar.

Transaksi remitansi yang dilakukan melalui Bank Mandiri meliputi incoming/outgoing remittance dalam mata uang dolar AS, euro, yen, dolar Hongkong, serta remitansi dalam mata uang rupiah ke Indonesia yang kebanyakan dilakukan oleh pekerja migran di Hongkong.

Frekuensi transaksi remitansi yang dilakukan oleh pekerja migran Indonesia melalui Bank Mandiri Hongkong hingga September 2014 mencapai 42.596 transaksi, senilai lebih dari Rp143 miliar. Dari 150 ribu pekerja migran Indonesia di Hongkong, sekitar 33.266 pekerja atau 22% merupakan pemegang rekening Tabungan Mandiri di Indonesia.

Mandiri Sahabatku

Menurut Dikdik, Bank Mandiri Hongkong tidak hanya menjadi tempat pengiriman uang bagi para pekerja migran Indonesia (BMI), tetapi juga mendorong BMI untuk dapat menabung sebagai bekal modal usaha apabila akan berwirausaha di kampung halaman. Pasalnya, sekitar 90% transaksi pengiriman uang ditujukan ke rekening tabungan Bank Mandiri yang ada di Indonesia.

Sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan Bank Mandiri kepada pekerja migran, Bank Mandiri secara rutin mengadakan pelatihan kewirausahaan ”Mandiri Sahabatku”. Program ini menuntun pekerja migran untuk membangun pola pikir, sikap, kecakapan, pengetahuan dan kreatifitas yang memadai untuk mulai menjalankan usaha sekembalinya ke tanah air.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2012 hingga kini, program Mandiri Sahabatku telah diikuti lebih dari 3.000 pekerja migran Indonesia di Hongkong. Tidak sedikit dari alumni program ini yang akhirnya memutuskan pulang kampung lalu menerapkan ilmu yang diperolehnya, membuka lapangan kerja, dan sukses menjadi pengusaha di daerahnya.

Menurut Dikdik, Bank Mandiri terus mengupayakan berbagai strategi dan implementasi untuk meningkatkan pelayanan, seperti misalnya, tempat kantor remitansi yang nyaman sehingga para pekerja migran Indonesia seperti bertransaksi di Indonesia, membuka kantor lebih awal di hari minggu jam 8 pagi waktu setempat, serta membuat program-program yang bermanfaat bagi BMI. [ardi]

Related posts