Pasca Pelantikan Kabinet, IHSG Konsolidasi

Selasa, 28/10/2014

NERACA

Jakarta- Debut perdana mulai bekerjanya kabinet kerja pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, tidak memberikan sentiment positif terhadap laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, IHSG ditutup anjlok 48,776 poin (0,96%) ke level 5.024,292. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 11,208 poin (1,30%) ke level 851,342.

Namun menurut Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado, melemahnya indeks BEI karena pelaku pasar saham di dalam negeri mengambil posisi lepas saham di tengah antisipasi laporan kinerja emiten kuartal III 2014 yang diperkirakan mengalami perlambatan,”Sentimen politik cenderung mulai mereda. Saat ini pelaku pasar sedang fokus memantau kinerja emiten kuartal III tahun ini dan arah fundamental ke depan," katanya di Jakarta, kemarin.

Dia mengemukakan bahwa sebagian kinerja emiten yang telah dirilis mengalami perlambatan. Untuk kinerja bank BUMN cenderung mengalami pertumbuhan "double digit", namun bank non BUMN mengalami penurunan kinerja."Itu merupakan indikasi bahwa pada kuartal III 2014 memang terjadi perlambatan,”paparnya.

Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa setelah sentimen susunan kabinet RI, saat ini pelaku pasar saham sedang menanti kepastian mengenai penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dikabarkan pada awal November 2014,”Diharapkan kebijakan itu bisa berdampak positif bagi pasar karena dapat mengurangi beban defisit yang saat ini cinilai cukup berat," tuturnya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih bergerak konsolidasi seiring sikap investor yang lebih memilih wait and see. Pada perdagangan kemarin, investor asing masih terus berburu saham. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 660,68 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 167.439 kali dengan volume 4,223 miliar lembar saham senilai Rp 4,176 triliun. Sebanyak 87 saham naik, 194 turun, dan 80 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixed cenderung melemah. Hanya bursa saham Jepang yang menguat sendirian di Asia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 70.750, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 450 ke Rp 8.325, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 6.500, dan ABM (ABMM) naik Rp 175 ke Rp 2.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 402.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 16.950, Matahari (LPPF) turun Rp 550 ke Rp 15.300, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 30.050.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup turun 32,953 poin (0,65%) ke level 5.040,115. Sementara Indeks LQ45 melemah 7,930 poin (0,92%) ke level 854,620. Aksi ambil untung terjadi di hampir seluruh indeks sektoral, hanya indeks sektor industri dasar yang masih menguat. IHSG sudah naik cukup tinggi sepanjang pekan lalu.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 89.543 kali dengan volume 2,261 miliar unit saham senilai Rp 1,78 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 139 turun, dan 87 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga siang sesi pertama. Hasil stress test terhadap bank-bank di Eropa yang positif memberi sedikit dorongan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 56.500, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 6.500, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 175 ke Rp 8.050, dan Argha Karya (AKPI) naik Rp 150 ke Rp 900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 402.000, Matahari (LPPF) turun Rp 650 ke Rp 15.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 17.200, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 30.200.

Padahal diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 13,18 poin atau 0,26% menjadi 5.086,25, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,30 poin (0,38%) ke level 865,85. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, sentimen dari terbentuknya susunan kabinet memberikan kepercayaan pelaku pasar ditambah publikasi laporan keuangan emiten kuartal ketiga 2014 yang akan banyak rilis dalam pekan ini,”Kedua sentimen itu akan menjadi katalis bagi IHSG BEI bergerak dalam area positif," kata Alfiansyah.

Dia mengharapkan bahwa susunan kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla yang diberi nama "Kabinet Kerja" itu dapat menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selanjutnya, dia menambahkan bahwa kebijakan terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih ditunggu pelaku pasar mengingat subsidi di sektor energi cukup membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri mengatakan bahwa kabinet yang diumumkan oleh Jokowi-JK masih membutuhkan pembuktian kinerja."Dalam jangka waktu dekat, pasar lebih cenderung melihat kebijakan kenaikan harga BBM yang diekspektasikan dilakukan pada 1 November tahun ini, IHSG di perkirakan netral memfaktorkan pelantikan kabinet," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 256,61 poin (1,10%) ke level 23.045,59, indeks Nikkei naik 63,36 poin (0,41%) ke level 15.354,52 dan Straits Times melemah 0,84 poin (0,03%) ke posisi 3.221,71. (bani)