Telkom Bukukan Laba Tumbuh 3,5%

Kinerja Kuartal Tiga

Selasa, 28/10/2014

NERACA

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) masih membukukan kinerja tumbuh single digit hingga kuartal III 2014. Perseroan plat merah ini mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 3,5% menjadi Rp 11,44 triliun hingga kuartal III 2014. Dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 11,05 triliun.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (27/10) dijelaskan, kenaikan laba bersih itu didukung dari kenaikan pendapatan sebesar 7,06% menjadi Rp 65,84 triliun hingga kuartal III 2014. Kinerja perseroan didukung dari penghasilan lain-lain naik menjadi Rp 1,29 triliun hingga kuartal III 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 671 miliar. Namun sisi lain perseroan mencatatkan sejumlah kenaikan beban.

Hingga kuartal III 2014, perseroan mencatatkan kenaikan beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi menjadi Rp 16,06 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 14,11 triliun. Beban karyawan naik menjadi Rp 7,2 triliun hingga kuartal III 2014.

Melihat kinerja itu, laba bersih per saham dasar naik menjadi 117,36 pada kuartal III 2014 dari periode sama tahun sebelumnya 115,05. Total liabilitas naik menjadi Rp 57,41 triliun pada 30 September 2014 dari posisi 31 Desember 2013 sebesar Rp 50,52 triliun.

Total ekuitas naik menjadi Rp 80,86 triliun pada 30 September 2014 dari periode 31 Desember 2013 sebesar Rp 77,42 triliun. Perseroan mengantongi kas sebesar Rp 17,83 triliun hingga 30 September 2014. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Telkom turun 1,74% menjadi Rp 2.820 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 4.293 kali dengan nilai transaksi harian saham sekitar Rp 159,4 miliar.

Menurut analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan, saham TLKM negatif dipicu dari Direktur Utamanya yang menjadi menteri pariwisata di kabinet kerja Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Selama beberapa waktu terakhir, kinerja Telkom dinilai masih baik didukung kinerja Direktur Utamanya yang bagus,”Tentu pergantian direktur utama dicermati pasar," ujarnya.

Hans memperkirakan, koreksi terhadap saham TLKM hanya sementara. Secara umum juga pasar mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada November 2014. Terkait dipilihnya Arief Yahya sebagai CEO Telkom menjadi menteri pariwisata, Telkom memastikan rencana strategis serta operasional perusahaan tetap berjalan, sesuai dengan agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), April 2014 lalu.

Sementara, untuk transisi kepemimpinan perusahaan, Telkom masih menunggu arahan dari Kementerian BUMN selaku perwakilan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas,”Telkom menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah, sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan, terkait dengan proses transisi kepemimpinan perusahaan," kata Vice President Public Relations Telkom Arif Prabowo.

Dia menambahkan, jajaran manajeman dan staf Telkom Group mengucapkan selamat dan sangat bangga atas penunjukan tersebut. Perusahaan berharap, Arief Yahya akan melanjutkan keberhasilannya membawa industri pariwisata Indonesia menjadi sektor yang strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (bani)