Sebuah Pemikiran Untuk Kementerian Baru

(Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah)

Selasa, 28/10/2014

Oleh M. Qudrat Nugraha, Ph.D (Sekjen PGRI)

Selamat datang Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah yang biasa dipanggil dan dikenal dengan Pak Anies Baswedan, sepanjang 35 tahun lebih terlibat di bidang pendidikan di negeri ini bidang Kebudayaan dijadikan satu dengan Pendidikan dasar dan menengah baru pertama dalam kabinet Trisakti tahun 2014-2019 atau kabinet Jokowi. Bisa jadi ini satu paradigma baru Kebudayaan dijadikan satu kementrian dengan pendidikan dasar dan menengah sepanjang sejarah Indonesia berdiri. Karena luas dan beratnya dua bidang ini, maka dalam tulisan ini akan dibatasi pada pokok materi bidang pendidikan dan menegah saja.

Mengambil referensi dari bidang ilmu yang digeluti manajemen strategik, bagi akademisi, di bidang ini sulit dibayangkan atau mustahil Menteri Anies Baswedan tidak mempunyai konsep dan strategi untuk berkinerja tinggi di bidang pendidikkan dasar dan menengah. Berangkat dari bidang ilmu ini telah banyak disebutkan dalam berbagai literatur science business kalau suatu korporate atau organisasi usaha dimanapun di dunia ini dikatakan berhasil atau berkinerja tinggi apa bila organisasi tersebut berhasil dan meningkat dalam beberapa fungsi organiasasi usahanya.

Fungsi organisasi usaha yang standar atau konvensional bisa disebutkan sebagai contoh minimal meliputi; fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi sumber daya manusia, fungsi keuangan dan fungsi research and development. Apabila mengikut literatur lima tahun terakhir fungsi ini ditambah lagi dua fungsi yaitu fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan fungsi Management Information System (MIS).

Singkatnya hanya dapat dikatakan suatu organisasi usaha apapun namanya dan di bidang apapun usahanya berkinerja tinggi apabila semua fungsi itu berhasil meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai catatan sering masyarakat dibohongi yang berkinerja tinggi hanya dalam dua atau tiga fungsi ditulis dalam berbagai media seakan-akan telah berhasil atau berkinerja karena yang disorot atau dikedepankan fungsi yang berhasil baik sementara fungsi lainnya ditutupi atau tidak dikemukakan.

Berkaca dari uraian di atas marilah mulai pembaharuan dan atau inovasi sekarang ditentukan fungsi apa saja supaya pendidkan dasar dan menengah di negeri ini dapat ddikatakan berhasil atau berkinerja tinggi. Berdasar beberapa literatur (Ki Hajar Dewantara) dalam dan luar negeri serta yang datang dari pengalaman dalam tulisan ini dapat dikemukakan beberapa fungsi pokok-pokok yang harus menjadi acuan pendidikan dasar dan menengah akan meliputi beberapa hal yakni: 1) Lingkungan keluarga 2) Lingkungan sekolah dan 3) Lingkungan masyarakat. Bila dianalisis mungkin ini masik terlalu besar atau terlalu luas perlu diformulasikan ke dalam fungsi yang lebih kecil meskipun bisa terinspirasi dari ketiga fungsi tersebut.

Usulannya lima tahun ke depan perlu dikedepankan adalah beberapa fungsi yang lebih mudah diukur tingkat keberhasilannya yaitu: 1) Sisi manusiannya (meliputi Guru, tenaga kependidikan lainnya dan anak didik) 2) Sisi Sistem ( kurikulum, teknologi, sarana dan prasarana dan layanan) 3) Sisi lingkungan (meliputi lingkungan variabel berpengaruh dirumah dan di masyarakat serta global).

Ketiga sisi dalam pendidikan ini adalah kunci sukses keberhasilan yang mudah diukur atau akan dapat diukur kemajuannya secara kuantitatif dan lebih mudah secara sistematis diuraikan lebih lanjut. Kemudian beberapa program yang perlu mendapat perhatian penuh di bidang pendidikan dasar dan menengah agar negri ini melakukan loncatan-loncatan mengejar ketinggalan dari beberapa negara maju yaitu program-program meliputi: 1) Pendidikan dibiayayai negara sampai dengan 15 tahun atau pendidikan menengah universal, apapun namanya itu 2) Pemerataan akses yang berkeadilan 3) Relevansi pendidikan 4) Efisiensi pendidikan 5) Efektivitas pendidikan 6) Kesinambungan pendidikan 7) Keterkaitan pendidkan dengan domain yang menjadi bidang kerja pada kementerian lain dan globalisasi bidang pendidikan dan 8) Kurikulum tahun 2013.

Kesimpulannya kementerian kebudayaan dan pendidikan dasar dan menengah. Khususnya pendidikan dasar dan menengah hanya dapat dikatakan berhasil apabila jelas parameternya. Setiap parameter akan saling terkait sebagaimana uraian ilustrasi dalam fungsi-fungsi di atas karena itu pula pembantu-pembantu menteri baru dari awal harus kompak dan sinergies serta memahami dan menguasai benar bidangnya. Ego sektoral yang sama-sama bekerja di bidang pendidikan dasar dan menengah perlu dibuang jauh-jauh. Untuk diingat dan difahami semua fungsi dan program-pragram tersebut mempunyai karakter dan permasalahan sendiri-sendiri yang memerlukan keseriusan bekerja, pengalaman dan perhatian sungguh-sungguh dan langsung berhadapan dengan manusia yang baik dan buruknya akan langsung menampar menteri baru.

Sekali lagi selamat datang pak Anies Baswedan, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, selamat menyingsingkan lengan baju serta selamat bekerja dan bekerja, rakyat menunggu pembaharuan mental yang engkau janjikan.***