PGN akan Tambahkan Pasokan Gas ke PLN

Selasa, 28/10/2014

NERACA

Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk memasang target untuk menambahkan pasokan gas sebesar 200 juta kaki kubik per hari (mmscfd) ke pembangkit listrik milik PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), anak perusahaan PT PLN (persero). Hal tersebut seperti diungkapkan Juru Bicara PGN Irwan Andri Atmanto di Jakarta, Senin (27/10).

Ia mengatakan, pasokan gas ke pembangkit PJB tersebut akan mempercepat program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) pemerintah. “Kami berencana memasok ke pembangkit baru dan eksisting berbahan bakar minyak di seluruh wilayah pembangkit PJB dengan potensi kebutuhan gas lebih dari 200 mmscfd,” katanya.

Menurut dia, saat ini, PGN sudah memasok gas ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi, Jabar milik PJB. Pada Senin, PGN dan PJB menandatangani nota kesepahaman (MOU) tentang pemanfaatan gas bumi di Jakarta. MOU ditandatangani Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda Hasjim dan Direktur Pengembangan dan Niaga PJB Muljo Adji AG.

Sesuai MOU, selain menyediakan gas bagi pembangkit listrik, PGN juga membangun dan mengembangkan infrastruktur gas bumi dan fasilitas pendukungnya untuk menyalurkan gas bumi ke pembangkit PJB. "Kami juga bekerjasama dalam bidang yang lebih luas yang terkait dengan kegiatan usaha dari anak usaha dan atau afiliasi dari kedua pihak," tegas Jobi.

PGN kini memiliki pipa transmisi dan distribusi sepanjang 6.000 km dengan volume penyaluran gas ke domestik setara 23 juta liter per hari. Gas bumi PGN dipasok ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, SPBG serta rumah tangga. PGN merupakan perusahaan terbuka dengan kepemilihan saham pemerintah 56,96 persen dan publik 43,04 persen.

Belum ada Pasokan

Disisi lain, PLN belum bisa mengalirkan gas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati, Jawa Tengah berkapasitas 500 Megawatt (MW) dari Lapangan Peluang di Blok Madura Offshore milik Santos. Padahal, perjanjian jual beli gas (PJBG) antara PLN dengan Santos sudah dilakukan sejak Maret 2014 lalu.

Masalah utamanya, menurut Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Soerjadi Mardjuki, adalah pipa gas dari Porong ke Grati yang rencananya dibangun oleh anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas) tidak kunjung kelar. "Informasi dari Pertagas bisa selesai Juli 2015," ujarnya.

Seperti diketahui, kontrak PJBG untuk PLTG Grati dengan Santos sebesar 30 billion british thermal unit per day (bbtud). Adapun harga gas dari Lapangan Peluang ini sebesar US$ 6,4 per million british thermal unit (mmbtu). Saat ini, gas dari Lapangan Peluang disalurkan ke PLTG Gresik melalui jaringan pipa East Java Gas Pipeline (EJGP) Kangean-Porong.

Namun, nantinya, jika jaringan pipa gas Porong ke Grati sudah tuntas dikerjakan oleh Pertagas, maka gas dari Lapangan Peluang tersebut akan kembali disalurkan ke PLTG Grati. PLTG Grati terdiri dari dua blok yang saat ini mendapatkan suplai gas sebesar 90 bbtud dari Santos, melalui sumur Oyong dan Wortel. Suplai gas ini sanggup memasok tiga gas turbin (combined cycle) blok 1 masing-masing sebesar 100 Megawatt (MW). Sedangkan blok 2 (open cycle) berfungsi sebagai pemikul beban puncak (peaker) menggunakan bahan bakar solar.

Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah berkapasitas 1.000 Megawatt jugacmasih menanti pasokan gas dari Lapangan Kepodang milik Petronas pada akhir 2015 nanti sebesar 116 bbtud, saat ini pipa gas Kepodang-Tambak Lorok sepanjang 200 kilometer tengah dibangun PT Persuahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan Bakrie.

Meski demikian, PLTGU Tambak Lorok sudah bsia beroperasi karena sudah mendapat gas dari Lapangan Gundih milik Pertamina EP sebesar 24 mmscfd dari total kontrak sebanyak 50 mmscfd sejak Agustus 2014 lalu. Lalu, di Di Bali, PLTG Pesanggrahan juga sedang menanti pasokan gas dari lapangan Sengkang milik Energi Equity Sengkang. Energi Equity akan memasok gas sebanyak 40 bbtud untuk jangka waktu 5 tahun sejak 2014 ini.

Rencananya, PLN juga akan mendapat pasokan gas dari ConocoPhillips sebanyak 40 BBTUD. Gas ini akan dialokasikan untuk pembangkit listrik Duri di Riau. Soerjadi menegaskan bahwa hal ini merupakan salah satu kerja sama pertama antara pihaknya dengan ConocoPhillips. “Kontrak sedang kami siapkan. Targetnya Desember, paling lambat awal tahun depan,” jelasnya.

Selain itu, tambah Suryadi, PLN juga memperoleh pasokan gas dari kilang Tangguh di pasar spot. Di sini, PLN memperoleh gas dengan harga miring. “Kami mendapat harga US$ 10,7/MMBTU di pasar spot dari Tangguh. Padahal di kontrak harganya US$ 13/MMBTU. Ini rezeki,” ujar Suryadi.

Hingga September, penggunaan gas untuk pembangkit listrik secara nasional sebesar 335 triliun british thermal unit (TBTU). Hingga akhir 2014 ini konsumsi gas untuk pembangkit listrik bisa mencapai 450 TBTU atau naik dari 2013 lalu sebesar 409 TBTU. Dengan berbagai tambahan pasokan gas, demikian Suryadi, PLN punya target membuat seluruh pembangkit listrik menjadi berenergi gas. "Target PLN, semua pembangkit listrik akan menggunakan gas pada 2016," tegasnya.