Waskita Karya Tawarkan Kupon 10,4% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akan menerbitkan obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan total sebesar Rp 2 triliun. Pada penerbitan PUB tahap I sebesar Rp 500 miliar. Total raihan dana yang diincar dari penerbitan PUB tahap I ini turun sebesar 50% dari rencana awal yang sebesar Rp 1 triliun.

Direktur UtamaWaskita KaryaM Choliq mengatakankebutuhan dana perseroan untuk saat ini hanya sekitar Rp 500 miliar. Penerbitan obligasi PUB I tahap pertama akan ditawarkan dengan kisaran kupon di angka 10,4%,”Kupon obligasi ini berada di kisaran 10,4%," kata M Choliq di Jakarta, Senin (27/10).

Menurut Choliq, perseroan akan kembali menerbitkan obligasi tahap berikutnya pada 2015 dan 2016.Dalam penerbitan PUB I ini perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Sekuritas sebagai penjamin emisi (joint-underwriters). Obligasi ini meraih peringkat A+ dari Pefindo.

Disebutkan, obligasi perseroan ternyata sudah dipesan oleh pembeli siaga (standby buyers). Rencananya, dana hasil obligasi akan dipakai untuk modal kerja (working capital) hingga tahun depan. Dana itu akan digunakan untuk pengerjaan proyek infrastruktur baru seperti jalan tol Pejagan-Pemalang, jalan tol Medan-Tebing Tinggi, dan jalan tol Depok-Antasari.

Untuk tahun ini, kata M. Chaliq, perseroan dipastikan tidak mencapai target penjualan sebesar Rp 11,8 triliun. Pasalnya, hingga saat ini perseroan baru memperoleh kontrak baru sebesar Rp 10,4 triliun,”Sampai akhir tahun kami rasa kontrak baru kami yang sebesar Rp 11 triliun tidak akan tercapai,"tuturnya.

Choliq mengatakan bahwa meski target penjualan perseroan hingga akhir tahun ini tidak akan tercapai, namun target perolehan laba bersih perseroan yang sebesar Rp 442 miliar optimis dapat tercapai."Meski penjualan kami tidak tercapai, tapi kami optimis laba kami akan tercapai," jelasnya.

Menurut Choliq, tercapainya target laba bersih ini disebabkan pada tahun ini proyek bersama-sama (joint operation) yang dimiliki perseroan lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sehingga membuat perolehan laba bersih perseroan lebih besar dibandingkan penjualan."Kenapa? Karena ada perubahan pola. Kalau dulu, jumlah proyek yangjoint operationtidak sebesar tahun ini. Jadi, saat ini besar sekali. Seperti proyek perluasan Bandara Soekarno Hatta yang sebesar Rp 3,5 triliun. Jadi, kalaujoint operationpenjualan tidak dicatat, tapi laba tercatat ini kenapa laba tercapai penjualan tidak," ungkapnya.

Tercatat, pada tahun ini perseroan menargetkan penjualan dapat mencapai Rp 11,8 miliar. Perseroan juga menargetkan laba bersih dapat mencapai Rp 442 miliar hingga akhir tahun 2014 ini. Tahun depan, perseroan membidik kontrak baru sebesar Rp 20 triliun. (bani)

Related posts