Waskita Rencanakan IPO Waskita Beton

Bangun Dua Pabrik Beton

Selasa, 28/10/2014

NERACA

Jakarta – Seiring dengan peningkatan produksi beton, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Beton Precast berencana untuk menjadi perusahaan publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau intial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk M Choliq mengatakan, perseroan berencana untuk menjadikan divisi precast sebagai perusahaan publik karena perseroan melihat bahwa pada tahun-tahun ke depan akan banyak proyek infrastruktur yang akan dijalankan pemerintah sehingga divisi precast dinilai akan memerlukan tambahan dana guna ikut serta dalam proyek-proyek yang akan digarap,”Saat ini pembangunan infrastruktur terus digenjot. Hal ini dilakukan seiring dengan pertumbuhan ekonomi karena kalau dilihat, infrastruktur kita ini masih jauh tertinggal dibandingklan dengan negara lain. Jadi, pemerintah pasti akan menggenjot pembangunan infrastruktur dan akan memberikan proyek-proyek baru kepada divisi usaha kami sehingga kami merasa perlu menjadikan divisi precast untuk IPO," jelasnya di Jakarta, Senin (27/10).

Lebih lanjut, Choliq menuturkan bahwa saat ini Waskita Karya sedang menggarap proyek pembangunan jalan tol seksi I ruas jalan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Untuk membangun proyek Becakayu tersebut, perseroan seluruhnya akan menggunakan precast."Kami dua minggu lalu memenangkan proyek Becakayu yang 100% akan menggunakan beton precastmaka kalau proyek ini lancar, pada 2016 Waskita Precast bisa IPO dari adanya proyek Becakayu ini," ungkapnya.

Perseroan menyatakan bahwa pada seksi I Becakayu akan dikerjakan dalam waktu dua tahun atau ditargetkan rampung pada 2016. Seksi I dengan panjang 11 kilometer (km) memilki rute Kampung Melayu-Jaka Sampurna. Pembebasan lahan sudah rampung sekitar 75%. Sementara proses dimulainya pembangunan (groundbreaking) dilakukan pada hari ini tanggal 27 Oktober 2014.

Sekedar informasi, Tol Becakayu mulai dibangun pada 1995 dengan konstruksi jalan layang. Adanya krisis 1998 membuat pembangunan jalan tol terhenti. Jalan tol ini akan dibangun dalam dua tahap, yaitu Kampung Melayu-Jaka Sampurna dan Jaka Sampurna-Duren Jaya. Diperkirakan, total proyek menelan investasi sekitar Rp 5,4 triliun.

Selain itu, perseroan juga berencana membangun dua pabrik pracetak (precast) beton senilai Rp 200 miliar pada tahun depan. Lokasi pabrik perusahaan pelat merah itu berada di Penajam Kalimantan Timur dan Palembang Sumatera Selatan atau di Riau.

Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk mengatakan, perseroan bakal menyuntikkan modal anak usahanya senilai Rp 100 miliaruntuk mendukung pembangunan pabrik tersebut. “Sedangkan sisa kebutuhan bisa dipenuhi dari pinjaman bank Waskita Precast,” jelas Tunggul.

Dia melanjutkan, kedua pabrik tersebut nantinya bakal memproduksi sebanyak 450.000 ton precast per tahun. Rincianya, 250.000 ton di Kalimantan dan 200.000 ton di Sumatera. Dengan demikian, produksi precast perseroan selepas 2015 dapat mencapai 1,2 juta ton – 1,3 juta ton per tahun. (bani)