Gerkatin Dukung Bisindo Jadi Bahasa Resmi

NERACA

Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia) adalah bahasa Ibu komunitas tuna rungu di Indonesia. Ironosnya, meskipun sudah menjadi bahasa pengantar sejak lama, keberadaan Bisindo secara resmi belum diakui oleh pemerintah.

Ya, bahasa yang telah berkembang secara alami dan sudah digunakan turun temurun selama bertahun-tahun ini tidak digunakan di sekolah-sekolah luar biasa dan mayoritas media. Saat ini pemerintah hanya mengakui SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) sebagai satu-satunya bahasa isyarat resmi.

Padahal, Bisindo merupakan bahasa isyarat yang diciptakan oleh para penyandang tunarungu.Sementara SIBI adalah bahasa isyarat yang dibuat oleh orang normal untuk berkomunikasi dengan para tunarungu.

Menurut Ketua I DPP Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Juniati, pemerintah membuat kamus SIBI dan kemudian menjadikannya sebagai pengantar dalam pendidikan yang justru mengadopsi American Sign Language dan tidak dimengerti oleh tuna rungu.

"SIBI yang memakai sistem kata-kata imbuhan sangat tidak efektif bagi kami (teman tuli), dibanding dengan Bisindo yang merupakan bahasa isyarat sejak lahir atau berkembang secara alamiah," kata dia dalamkonferensi pers #dukungBISINDO di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Akibatnya jutaan warga tuli Indonesia mengalami kesulitan belajar dan mendapatkan pekerjaan serta mengalami hambatan berkomunikasi. Selain itu karena bahasa aslinya tidak diakui, komunitas tuna rungu Indonesia selama bertahun-tahun tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara.

Hal ini diungkapkan oleh Panji Surya (20), salah seorang tuna rungu. Dia mengatakan, SIBI yang dikembangkan oleh orang dengar malah digunakan sedangkan Bisindo yang dikembangkan secara alami oleh tuna rungu tidak diakui.

"Ini seperti merampas hak orang tuli dalam linguistik," kata dia.

Demi memperjuangkan agar Bisindo diakui oleh pemerintah, Gerkatin menginginkan semua pihak agar bergandengan tangan untuk mendukung Bisindo secara resmi menjadi pengganti SIBI.

"BISINDO telah menjadi bahasa sehari-hari, namun apa artinya bila itu belum ditetapkan sebagai sesuatu peraturan pemerintah, karena tidak akan digunakan di rumah sakit, pendidikan, dan instasi lainnya seperti hukum, yang akan menyulitkan teman tuli. Maka dari itu, Teman-teman tuli di Indonesia menginginkan agar Bisindo dapat ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi di Indonesia. Kami berharap DPR dapat menggolkan RUU kami," tambah dia.

BERITA TERKAIT

Bupati Pandeglang: Banyak Program Pusat Dukung Pengentasan Kemiskinan

Bupati Pandeglang: Banyak Program Pusat Dukung Pengentasan Kemiskinan NERACA Pandeglang - Bupati Pandeglang, Provinsi Banten Irna Narulita menyatakan banyak program…

Astragraphia Document Solution Resmi Rilis ARTIC - Perkuat Solusi B2B

Sebagai Solusi Cost Management berbasis Cloud Pertama di Indonesia Astragraphia Document Solution resmi rilis Accounting Report Information on Cloud (ARTIC).  …

Xiomi Redmi S2 Resmi Diperkenalkan Di Pasar Indonesia - Bidik Kalangan Menengah

Smartphone Xiaomi Redmi S2 akhirnya secara resmi telah diperkenalkan dan membidik segmen menengah dan entry-level. Dukungan fitur kamera AI atau…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Anak Jalanan akan Dilibatkan Dalam Asian Games

    Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melibatkan anak jalanan dalam penyelenggaraan pesta multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu…

Moratorium Izin Perguruan Tinggi Baru Diperlukan - Orang Kaya Bikin Universitas

    Pertumbuhan orang kaya di Indonesia cukup besar. Dengan melimpahnya dana, tak ayal membuat mereka mencari penyaluran dana dengan…

Ratusan Pelajar Asing jadi Duta Budaya Indonesia

    Sebanyak 570 peserta Darmasiswa Republik Indonesia yang berasal dari 89 negara siap kembali ke negara masing-masing untuk menjadi…