Sidomulyo Bidik Dana Rp 50,89 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA

Jakarta - Perusahaan bidang jasa transportasi bahan kimia beracun, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) bakal menambah dana melalui penerbitan saham baru Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Non HMETD) atau non preemptive right sebanyak-banyaknya 112,58 juta saham. Aksi private placement ini berpotensi meraih dana sekitar Rp 50,89 miliar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (27/10) disebutkan, saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per unit tersebut setara dengan maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Manajemen menjelaskan, perseroan akan menandatangani perjanjian investasi (investment agreement) dalam bentuk equity line credit dengan GEM Global Yield Fund Llc Scs (pemegang saham baru). GEM adalah perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS). Adapun equity line credit yaitu perjanjian investasi dimana pemegang saham baru bersedia memberikan dana kepada perseroan dengan komitmen mereka akan menempatkan saham dalam perseroan.

Manajemen menambahkan, dana dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk modal kerja anak usaha untuk impor ban dan suku cadang truk. Selain itu, untuk modal kerja pengembangan konverter kit dari bahan bakar solar ke bahan bakar gas serta modal kerja untuk pengangkutan kimia dan migas. Manajemen berencana meminta persetujuan pemegang saham terkait private placement ini dengan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 November mendatang.

Asal tahu saja, nantiya dana yang diperoleh dari private placement akan digunakan untuk pengembangan usaha dan operasional perseroan termasuk anak perusahaan perseroan. Dampak dari penerbitan saham baru ini adalah saham masyarakat akan terdilusi 1,70% dari 18,65% sebelum pelepasan saham ini.

Jumlah saham perseroan hingga 30 Juni 2014 mencapai 1.125.875.000 saham, sehingga jumlah saham yang akan terbitkan sebanyak 112.587.500 saham. Sebelumnya, perseroan juga pernah menyampaikan rencana ekspansi dengan mengakuisisi perusahaan penyedia tangki, yakni PT Green Asia Tankliner. "Prosesnya sudah masuk tahap finalisasi dan diharapkan selesai bulan depan," ujar Tjoe Mien Sasminto, Direktur Utama Sidomulyo Selaras.

Untuk mewujudkan rencana akuisisi ini, perseroan menyiapkan duit investasi sebesar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar. Agenda ekspansi lain yang akan digulirkan Sidomulyo adalah membentuk perusahaan patungan dengan Chemstation Asia Pte Ltd. Nantinya anak usaha tersebut akan mengoperasikan depo penyimpanan dan pencucian isotank. Sebagai informasi, Chemstation adalah perusahaan pemeliharaan isotank asal Malaysia.

Kedua perusahaan itu sepakat untuk membagi kepemilikan saham di perusahaan kongsian itu secara merata. Untuk aksinya ini, Sidomulyo siap membenamkan modal sebesar US$ 5 juta. Sidomulyo Selaras bersama-sama dengan Chemstation akan mendirikan depo di empat lokasi. Masing-masing adalah Marunda Jakarta Utara, Semarang, Surabaya, dan Belawan Medan. "Tahun ini kami akan membangun depo yang berlokasi di Marunda terlebih dahulu," terang Tjoe.

Berdasarkan laporan keuangan, sepanjang semester I-2014, Sidomulyo mencatat kenaikan pendapatan sebesar 11,04 persen menjadi Rp 84,58 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 76,17 miliar. Alhasil laba bersih meningkat 179,6 persen menjadi Rp 7,13 miliar dari Rp 2,55 miliar. (bani)

Related posts