Bahasa Indonesia Jakarta, Bahasa Prestisius Zaman Ini

Sabtu, 01/11/2014

NERACA

Bahasa Indonesia memiliki berbagai variasi, yang salah satunya adalah Bahasa Indonesia Jakarta yang saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Penggunaan bahasa Indonesia yang menurut para remaja lebih modern dan tidak jadul (tidak menggunakan bahasa baku) ini, berkembang seiring dengan bertambahnya referensi dengan topik-topik yang lebih kompleks.

Pakar linguistik dari Universitas Indonesia (UI) Bernadette Kushartanti mengatakan, bahasa yang dianggap prestisius untuk sekarang ini, selain Bahasa Indonesia baku, ada bahasa yang berkembang dengan pesat yaitu Bahasa Indonesia Jakarta. Bahasa ini merupakan salah satu variasi Bahasa Indonesia baku yang berasal dari bahasa pergaulan remaja Jabodetabek. Beberapa ciri khas dari variasi bahasa tersebut biasanya mendapatkan imbuhan "-in" dan awalan "nge-".

"Misalnya singkirkan menjadi singkirin dan menjawab menjadi ngejawab. Itu beberapa ciri Bahasa Indonesia Jakarta," kata Staf Pengajar Program Studi Indonesia FIB UI tersebut dalam seminar bertajuk "Bahasa dan Remaja" di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Depok belum lama ini

Bahasa Indonesia Jakarta dapat disamakan dengan bahasa gaul zaman sekarang. Jika di Jakarta ranah bahasa Indonesia semacam ini merupakan bahasa sehari-hari penduduk Ibu Kota yang sangat kosmopolitan, di luar Jakarta bahasa remaja ini banyak digunakan dan dimengerti oleh kalangan remaja di perkotaan.

Hal ini disebabkan anak-anak di perkotaan memiliki akses yang lebih besar terhadap acara televisi (remaja) yang hampir seluruhnya berbasis Jakarta. Di daerah perkotaan juga terdapat kafe, mal, dan pasar swalayan. Penggunaan ranah bahasa Indonesia Jakarta di luar DKI Jakarta ini banyak dijumpai di kalangan anak sekolah di tingkat SLTP, SMU, dan perguruan tinggi semester bawah.

“Bahasa Indonesia Jakartaberkembang pesat karena sudah mulai digunakan di kota lain seperti Bandung, Medan dan Yogyakarta. Dampaknya adalah penggunaan Bahasa Indonesia untuk kegiatan formal mengalami penurunan, seperti untuk interaksi antara guru dan murid di sekolah misalnya," kata lulusan Universitas Utrecht, Belanda itu.

Seminar bertajuk "Bahasa dan Remaja" merupakan salah satu rangkaian acara Pekan Sastra yang diselenggarakan oleh FIB UI untuk memeriahkan Bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa. Seminar tersebut membahas mengenai kaitan antara bahasa dan remaja sebagai tahapan kehidupan manusia sehingga muncul ragam bahasa pada sebuah zaman.