Pasar Mobil Bekas Makin Lesu

Perang Diskon Mobil Baru

Sabtu, 01/11/2014

Hadirnya mobil-mobil baru yang di luncurkan para Agen Pemegang Merek (APM), membuat berdampak negatif pada penjualan mobil bekas yang semakin melemah dan tidak bergairah pada tahun 2014.

NERACA

Meski sebelumnya memiliki segmen masing-masing, persinggungan pasar mobil baru dan mobil bekas di dalam negeri kini mulai terjadi. Hal itu karena adanya sejumlah regulasi yang membuat persaingan pasar mobil domestik secara keseluruhan saling memengaruhi satu sama lain.

Seperti diketahui, pasar mobil bekas sempat terguncang akibat adanya program mobil murah dan ramah lingkungan atau yang lebih populer dengan istilahlow cost and green car(LCGC).Belakangan kondisi pasar mobil bekas juga mulai tersendat akibat dampak perang diskon mobil baru yang terjadi di kalangan APM.

Dampak adanya perang diskon di kalangan APM tersebut mulai terlihat dari turunnya angka penjualan mobil di sentra penjualan mobil bekas terbesar di Indonesia, Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta.

Berdasarkan data penjualan yang dirilis pengelola Bursa Mobil WTC Mangga Dua, angka penjualan mobil bekas sepanjang semester I 2014 baru mencapai sekitar 11.400 unit atau turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar 13.800 unit.

"Secara keseluruhan, angka penjualan mobil bekas sejak Januari hingga Mei tahun ini rata-rata 1.900 unit setiap bulannya. Ini menurun bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai 2.300 unit setiap bulannya," ucap Senior Manager Marketing WTC Mangga Dua, Jakarta, Herjanto Kosasih.

Menurut Herjanto, kondisi seperti ini juga sangat dipengaruhi bencana banjir yang terjadi di Jakarta serta daerah-daerah potensial pasar mobil bekas beberapa waktu lalu. "Mudah-mudahan pada Juli ini kami bisa menyamai angka penjualan tahun lalu sebanyak 2.700 unit. Posisi penjualan pekan pertama telah mencapai 600 unit," ujarnya.

Herjanto tetap optimistis momentum mudik Lebaran tahun ini akan membuat pasar mobil bekas kembali bergairah.

"Penjualan mobil bekas tidak akan pernah sepi karena harga jual lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan kendaraan baru. Selain itu, hasrat seseorang untuk membeli mobil tetap tinggi," kata Herjanto.

Dukungan Pembiayaan

Herjanto mengakui, untuk kembali menggairahkan pasar mobil bekas, pihaknya merasa bersyukur karena dalam beberapa tahun terakhir sejumlah perusahaan pembiayaan mulai melihat pangsa pasar mobil bekas sebagai prospek bisnis yang menjanjikan.

Bahkan salah satu perusahaan pembiayaan mobil terbesar di Indonesia, BCA Finance, secara rutin setiap tahunnya menyelenggarakan program-program undian berhadiah fantastis untuk para konsumen yang membeli mobil secara kredit di Bursa Mobil WTC Mangga Dua.

Menyambut Lebaran tahun ini, Bursa Mobil WTC Mangga Dua kembali menggandeng BCA Finance, selaku lembaga pembiayaan rekanan di WTC dan asuransi BCA Insurance membuat gebrakan dengan meluncurkan program undian “BCA Finance Autovaganza–Beli Mobil Berhadiah Mobil”.

Pihak BCA Finance menyediakan hadiah utama berupa tiga mobil baru merek Karimun Wagon R Tipe GA.

“Tiap tahun kami selalu membuat kejutan. Apabila program beli mobil dapat mobil sebelumnya berhadiah satu unit saja, kali ini kami memberikan tiga mobil bagi konsumen yang beruntung,” kata Deputi Direktur BCA Finance, KA Wibowo.

Menurut Wibowo, program undian ini hanya berlaku untuk pembelian mobil secara kredit di Bursa Mobil WTC Mangga Dua yang berlangsung mulai dari 1 Juli 2014 sampai 28 Februari 2015.

"Syaratnya cukup mudah. Untuk setiap pembelian mobil bekas di WTC Mangga Dua dan kredit melalui BCA Finance serta menggunakan asuransi dari BCA Insurance, konsumen berhak mendapat 1 poin undian. Khusus bagi konsumen yang menggunakan program Fix & Cap lima tahun dari BCA Finance, poin yang didapat dikali lima. Jadi, kesempatan menangnya juga lima kali lebih besar,” ucapnya.

Dari sisi pembiayaan, Wibowo tetap optimistis prospek penjualan mobil bekas di dalam negeri bakal tetap menjanjikan. Wibowo mengakui, untuk 2014 ini pertumbuhan pembiayaan mobil bekas yang dibiayai perusahaannya memang agak berjalan stagnan atau hampir sama dengan realisasi tahun sebelumnya.

Namun, Wibowo yakin momentum Lebaran akan kembali menggairahkan pangsa pasar pembiayaan mobil bekas.

“Kalau analisis saya pada semester I pertumbuhan pasar agak stagnan. Itu karena konsumen masihwait and seedengan kondisi politik di dalam negeri dan ada sedikit pengaruh dari aturan DP minimum sebesar 30 persen. Namun, dengan adanya momentum Lebaran dan kondisi politik yang kita harapkan bersama bakal tetap kondusif, saya yakin penjualan mobil bekas akan kembali membaik,” tuturnya.