Menjadi Terdepan, Citilink Ekspansi Kawasan Timur

Perkuat Pasar Domestik

Senin, 27/10/2014

NERACA

Jakarta – Kekayaan alam Indonesia menjadi asset yang berharga untuk mendongkrak industri pariwisata dalam negeri. Bahkan Indonesia, yang memiliki berbagai destinasi atau tujuan para wisatawan dalam dan luar negeri, diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Maka melihat potensi yang menjanjikan, pemerintah menargetkan industri pariwisata tahun ini tumbuh 9% atau sekitar 9,5 juta wisatawan. Dimana target tersebut tumbuh dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan pariwisatanya melebihi target yaitu 8,8%.

Memajukan industri pariwisata tidak bisa lepas dari infrastruktur pendukungnya, termasuk salah satunya industri penerbangan yang berkaitan langsung dengan akses menuju tempat wisata. Tak ayal, begitu optimisnya target pertumbuhan pariwisata bakal tercapai, kondisi ini juga dimanfaatkan bagi maskapai penerbangan untuk mendorong pertumbuhan penumpang dan termasuk membuka rute-tute menjanjikan tempat destinasi favorit para wisatawan.

Langkah inilah yang terus di optimalkan maskapai penerbangan berbiaya murah, PT Citilink Indonesia yang membuka rute penerbangan Indonesia kawasan timur, seperti Makassar. Kata President dan CEO Citilink Indonesia Arif Wibowo, maskapai penerbangan Citilink memilih Makassar sebagai batu loncatan dalam melanjutkan akselerasi ekspansi bisnis ke Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Menurutnya, saat ini Citilink sudah terbang 170 frekuensi setiap hari dan targetnya hingga akhir tahun 200 frekuensi penerbangan. Sehingga akan terus mendorong penambahan frekuensi di rute-rute yang sudah ada serta mengoptimalkan bandara Halim Perdanakusuma, “Kami telah membuka lagi penerbangan dari Makassar ke Surabaya,”ujarnya.

Dirinya menjelaskan, alasan pihaknya memilih Makassar sebab sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sumsel) yang tergolong tinggi. Sehingga sangat berpengaruh terhadap tingkat mobilitas masyarakat khususnya yang menggunakan angkutan udara. Berdasarkan data BPS, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel sepanjang 2013 tercatat 7,65%.

Sementara pihak pengelola Bandara International Sultan Hasanuddin memproyeksikan jumlah penumpang sebanyam 11,2 juta dengan lebih dari 105 ribu pergerakan pesawat sepanjang tahun 2014 atau meningkat 16,6% dari 9,6 juta penumpang yang dilayani sepanjang 2013.

Begitu besarnya potensi laju pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan, juga menjadi alasan bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang menggelar Jakarta Tourism Expo (JTE) 2014 di Makassar dan Jayapura serta menargetkan Kota Daeng untuk menjadi gerbang utama dalam menggaet wisatawan asal Kawasan Timur Indonesia (KTI) menuju Jakarta. Diharapkan dengan event tersebut, mampu meningkatkan angka rata-rata pertumbuhan wisatawan ke Jakarta yang mencapai 7-10% per tahun.

Rupanya keseriusan Citilink membuka rute baru Indonesia timur, di buktikan dengan membuka rute baru Jayapura. Rencananya membuka rute penerbangan ke Papua ditargetkan akan dibuka pada semester pertama tahun 2015,”Citilink sendiri sudah mengantongi izin rute untuk ke Jayapura, seiring dengan penambahan armada pesawat yang akan berjumlah 32 Airbus A320 pada akhir 2014. Kami akan melakukan kalkulasi terkait penambahan beberapa rute, terutama ke kawasan timur Indonesia," kata Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar.

Menjadi Sasaran Pasar

Benny memaparkan bahwa wilayah Indonesia timur merupakan salah satu dari sasaran ekspansi bisnis Citilink ke depannya dengan beberapa kota, yang menjadi target adalah Palu, Manado, dan Jayapura. Selain itu, Citilink akan membuka rute barunya Palembang-Surabaya (PP) dan Palembang- Padang (PP) pada 17 November 2014.

Direct Sales Manager Citilink Cabang Palembang, Mimien Minarnie menjelaskan, rute baru ini berlaku setiap hari dengan menggunakan pesawat jenis airbus A320. Untuk Palembang-Surabaya dijadwalkan berangkat pukul 18.00-19.45 WIB. Sementara rute sebaliknya Surabaya-Palembang pukul 12.05-13.45 WIB. Rute ini ditawarkan harga tiket mulai Rp900.000.

Adapun rute Palembang-Padang dijadwalkan berangkat pukul 14.25-15.35 WIB, sementara sebaliknya dari Padang-Palembang berangkat pukul 16.10-17.20 WIB. Tiket yang ditawarkan cukup terjangkau, hanya Rp600.000-an. “Kami targetkan load factor masing-masing rute sebesar 80% dari 180 seat yang ada. Kami optimis tercapai karena pasar Palembang bagus,” kata Mimien.

Diakuinya, target market yang diharapkan adalah penumpang yang sering melakukan perjalanan dinas dan pariwisata. Segmen pasar ini kebanyakan melakukan transit untuk menuju destinasi favoritnya. Surabaya menurutnya, termasuk kota tujuan favorit karena termasuk kota besar sementara Padang menjadi kota asal kebanyakan masyarakat kota besar seperti di Palembang.,“Karena itu, rute-rute ini dipilih karena pasarnya besar. Palembang bisa menjadi kota transit bagi masyarakat Surabaya yang mau ke Batam. Di sisi lain, Surabaya bisa menjadi kota transit bagi masyarakat Palembang yang ingin ke Kupang,” jelas Mimien.

Dalam mempermudah para traveller yang akan transit tersebut, lanjut dia, Citilink tetap memberlakukan tiket yang sudah termasuk airport tax (PSC). Selain itu, bagasi hingga 15 kg diberikan gratis dan connecting dengan pesawat tujuan akhir. Pihak Citilink juga memberikan promo boarding pass yang bisa dimanfaatkan untuk menginap hemat di seluruh cabang hotel Best Western. Hanya dengan menunjukkan boarding pass Citilink, traveller hanya membayar Rp499.000 selama 3 hari 2 malam.

Tidak hanya itu, tepat di tanggal 17 November 2014 juga dibuka rute baru lainnya, yakni Surabaya-Pekanbaru dan Pekanbaru-Surabaya. Dengan begitu, masyarakat Palembang yang ingin ke dua kota tersebut tetap terkoneksi melalui Citilink.,”Ini bentuk dukungan Citilink terhadap peningkatan pariwisata Indonesia juga. Jadi, para traveller bisa dengan mudah transit ke kota tersebut melalui connecting yang disediakan Citilink,”kata Sales Representatif Citilink, Dony Widianto.

Diharapkan dengan begitu ekspansifnya Citilink membuka rute penerbangan, target mengangkut 8,32 juta penumpang hingga akhir tahun dapat tercapai. Apalagi, hingga pertengahan tahun sudah mengangkut sebanyak 5,34 juta penumpang. (bani)