Awal Pekan, IHSG Masih Tren Menguat

Senin, 27/10/2014

NERACA

Jakarta –Akhir pekan kemarin, belum adanya kabar pengumuman kabinet oleh presiden Jokowi membuat pasar modal merespon negatif. Kondisi ini ditambah seiring sepinya transaksi saham dan hasilnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 30,450 poin (0,60%) ke level 5.073,068. Sementara Indeks LQ45 berkurang 5,169 poin (0,60%) ke level 862,550.

Terlepas dari sentiment tersebut, namun menurut analis HD Capital Yuganur Wijanarko, pelaku pasar saham di dalam negeri cenderung mengambil aksi ambil untung seraya mengantisipasi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi,”Pelaku pasar sedang mengantisipasi kenaikan BBM di awal November dan sentimen lainnya di dalam negeri," katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan bahwa tertekannya indeks BEI juga dikarenakan faktor teknikal, indeks BEI telah mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir sehingga mendorong pelaku pasar untuk mengambil posisi ambil untung."Keadaan jenuh beli di IHSG meyebabkan aksi 'profit taking' harian,"ujarnya.

Namun demikian, pelaku pasar saham dapat memanfaatkan momentum pelemahan indeks BEI untuk kembali mengakumulasi saham karena naiknya harga BBM bersubsidi nantinya akan berdampak positif karena beban defisit APBN menjadi ringan. Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diperkirakan menguat seiring dengan rencana pelantikan presiden Jokowi terhadap kabinet baru.

Oleh karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan investor untuk perdagangan pada awal pekan depan (Senin, 27/10) diantaranya Vale Indonesia Tbk (INCO), Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Akhir pekan kemarin, saham-saham perkebunan masih bisa menguat, ditahan positif oleh aksi beli beli. Namun sembilan sektor lainnya terpuruk, yang jatuh paling dalam sektor aneka industri.

Investor asing masih konsisten membeli saham. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 41,979 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 151.680 kali dengan volume 3,089 miliar lembar saham senilai Rp 3,746 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 161 turun, dan 78 saham stagnan.

Rata-rata bursa Asia menutup perdagangan di zona merah meski ada sentimen positif dari Wall Street. Investor mulai mengambil untung atas reli yang terjadi sejak awal pekan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 625 ke Rp 20.300, Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 6.300, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 245 ke Rp 1.995, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 150 ke Rp 21.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.000 ke Rp 160.000, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 1.200 ke Rp 6.100, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 70.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 30.600.

Pada perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup terkoreksi 28,203 poin (0,55%) ke level 5.075,315. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 6,555 poin (0,76%) ke level 861,164. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 107.929 kali dengan volume 2,071 miliar lembar saham senilai Rp 2,706 triliun. Sebanyak 85 saham naik, 161 turun, dan 78 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 700 ke Rp 20.375, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 56.625, Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 6.300, dan Tigaraksa (TGKA) naik Rp 125 ke Rp 2.975.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 825 ke Rp 30.375, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 70.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 275 ke Rp 17.650, dan Matahari (LPPF) turun Rp 225 ke Rp 15.775.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun tipis sebesar 5,22 poin atau 0,10% menjadi 5.098,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 1,30 poin (0,15%) menjadi 866,41. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, indeks BEI bergerak melemah namun tipis, menunjukan sentimen penundaan pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak membuat pasar gusar."Pasar meyakini susunan kabinet nanti mampu meningkatkan perekonomian nasional ke depannya yang lebih baik," katanya.

Dia menambahkan bahwa dukungan bagi IHSG BEI juga akan datang dari eksternal seiring dengan menguatnya mayoritas bursa saham global, kondisi itu akan memberikan peluang bagi indeks BEI bergerak ke area positif.

Sementara itu, tim analis Mandiri Sekuritas dalam kajiannya memperkirakan bahwa IHSG BEI melanjutkan kenaikan dan mencoba menguji level batas atas di 5.142 poin. Ditambahkannya, beberapa sentimen yang sedang dicermati pasar diantaranya pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla yang akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 31 Oktober 2014 mendatang.

Dengan begitu, lanjutnya, harga baru BBM bersubsidi yang baru akan mulai berlaku pada 1 November 2014. Rencananya, pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter. Disebutkan, kenaikan ini akan menghemat anggaran Rp20 triliun. Bersamaan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah akan memberikan bantuan ke masyarakat miskin.

Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 77,09 poin (0,33%) ke level 23.256,09, indeks Nikkei naik 124,82 poin (0,82%) ke level 15.266,27 dan Straits Times melemah 15,22 poin (0,48%) ke posisi 3.220,89. (bani)