Tuntutan Jokowi-JK Kepada Para Menteri - Menuju Era Kerakyatan

NERACA

Pemerhati politik Suyoso Nantra SSos MM menilai pembentukan kabinet Jokowi-JK patut diberi apresiasi. Alasannya karena Jokowi-JK ingin membentuk kabinet yang bersih, jauh dari lingkaran korupsi. Nama-nama menteri yang disusun untuk kabinet 2014-2019 pun, dicek di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK, apakah bersih atau ada indikasi keterlibatan korupsi.

“Hal itu patut diberi apresiasi. Untuk membentuk kabinet yang bersih dan jauh dari korupsi. Jadi, biarkan proses itu berjalan untuk membentuk kabinet yang ideal yang mempunyai visi misi dan semangat bekerja untuk rakyat,” tegas Suyoso Nantra yang juga penasehat kabarkaltim dan kabarkaltara.

Lanjut Suyoso, semua komponen bangsa patut mendukung dan bekerja sama untuk menuju pemerintahan yang bersih dan selalu pro rakyat dalam program-program kerjanya.

“Saya optimis, era Jokowi-JK akan selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Oleh karena itu, semua komponen bangsa perlu bekerja sama. Saat ini masanya bekerja, bertindak untuk rakyat. Kesampingkan kepentingan politik sesaat dan golongan atau pribadi, namun lebih utamakan kepentingan bangsa dan negara. Demi Indonesia lebih maju dan baik, dan rakyatnya sejahtera,” tegas Suyoso.

Sedangkan Kebijakan Publik, Ichsanudin Noorsy Presiden Joko Widodo diingatkan agar hati-hati benar dalam memilih anggota kabinetnya, jangan sampai orang yang dipilih justru menjadi beban pemerintahannya karena menjadi agen asing. Padahal itu memag tidak mudah karena mereka akan berusaha masuk di lingkaran kekuasaan terutama di kabinet.

“Semua pasti sikut-sikutan, terutama yang sekarang sudah menjadi pemain lama di Indonesia, mereka tidak mungkin mau tergusur,” kata Pengamat Kebijakan Publik Ichsanudin Noorsy dalam diskusi buku berjudul ‘Dalam Bayangan Matahari Terbit’ yang diselenggarakan Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Jakarta dan Financial Supervisory Agency (FSA).

Noorsy menambahkan, Jokowi-JK jangan terjebak permainan mereka, apalagi menjadikan para agen ekonomi Jepang duduk di kursi menteri. “Sekali mereka dapat poisisi itu habislah,” ujar mantan anggota DPR dari Fraksi Golkar itu.

Ditambahkan kalau agen-agen itu punya kekuasaan, bisa mempengaruhi pertumbuhan di Indonesia terutama di bidang otomotif. “Mana mungkin otomotif dalam negeri bisa berkembang kalau Jepang menguasai. Jadi jangan mimpi otomotif dalam negeri bisa bersaing,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Menteri LHK: Pemerintah Segera Keluarkan Regulasi Pengelolaan Sampah Plastik - HLH Sedunia di Ramadan

Menteri LHK: Pemerintah Segera Keluarkan Regulasi Pengelolaan Sampah Plastik HLH Sedunia di Ramadan NERACA Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan…

Menteri Susi: Dunia Bersatu Hadapi Pencurian Ikan

Menteri Susi: Dunia Bersatu Hadapi Pencurian Ikan Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dunia internasional harus mempertegas…

Presiden Jokowi Lapor Gratifikasi Rp58 Miliar

Presiden Jokowi Lapor Gratifikasi Rp58 Miliar NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo menjadi pejabat negara yang melaporkan gratifikasi paling banyak…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Ini Dia, Layanan Mudik Gratis 2018

Dalam rangka menyukseskan mudik lebaran 2018, Jasa Raharja selaku BUMN ikut terlibat dengan menyediakan angkutan mudik lebaran gratis bersama 62…

JK: Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Gerbang Tol

Memasuki mudik lebaran tahun 2018 ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan tidak ada penumpukan kendaraan di gerbang tol pada…

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati: - Setelah Menanti 15 Tahun

Presiden Jokowi berharap Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia yang akan…