Jalan Kaki Rekreasi Candi Prambanan dan Borobudur - Jogja International Heritage Walk

Jogja International Heritage Walk(JIHW) telah kembali di selenggarakan di dua lokasi, yaitu Candi Prambanan dan Desa Selopamioro, Imogiri dan Bantul yang merupakan wilayah warisan budaya. JIHWbertujuan untuk menerapkan pola hidup sehat dengan berjalan kaki, juga untuk memperkenalkan serta mempromosikan warisan budaya Indonesia, khususnya Yogyakatya dengan motto "Let's Walk Bring Us Together".

Dengan tema “Save the Nature, Respect the Culture, Jogja to the World”, Para peserta yang datang pada acara ini diajak untuk jalan kaki rekreasi dan olahraga melewati rute 5 km, 10 km, dan 20 km. GKR Pembayun memberikan medali International Marching League dan Royal Medal bagi pejalan kaki yang menempuh 20 km selama 2 hari.

Tercatat ada 200 peserta dari 13 negara, yaitu: Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Italia, Inggris, Denmark, Jepang, Belgia, Rusia, Jerman, Taiwan dan Perancis. Indonesia diwakili Yogyakarta telah resmi dikukuhkan menjadi anggota Liga Jalan Kaki International (International Marching League – IML) dan Indonesia merupakan negara pertama yang lolos di ASEAN serta resmi masuk Liga Olahraga IVV (Internationaler Volkssportverband) yang diumumkan di Perancis pada 7 Mei 2013.

JIHWdiprakarsai oleh GKR Pembayun sebagai Ketua Umum Jogja Walking Assoaciation sejak 2008, di bawah arahan Jakarta Walking Association dan Japan Walking Association, serta didukung oleh Dinas Pariwisata DIY bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk PT.Taman Wisata Candi Prambanan dan Borobudur. Acara ini juga melibatkan komunitas pecinta jalan kaki DIY, Green Community, Education Community, Pramuka Saka Bhayangkara Sleman, Pagar Kolim dan 400 relawan dari mahasiswa di berbagai universitas di Yogyakarta.

Kota Pelajar, Yogyakarta, dikenal sebagai kota yang melimpah dengan warisan budaya baik dalam berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bangunan bersejarah. Candi Prambanan tak perlu diragukan lagi daya pikatnya, ini merupakan kompleks candi Hinduterbesar diIndonesiayang dibangun abad ke-9Masehi. Candi ini tercatat sebagaiSitus Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya.

BERITA TERKAIT

DPT PIlkada dan Pilgub di Kota Sukabumi 225.349 Orang

DPT PIlkada dan Pilgub di Kota Sukabumi 225.349 Orang NERACA Sukabumi - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi M. Hamzah…

Mitsubishi Luncurkan New Triton Athlete dan Pajero Sport Limited di IIMS 2018

Mitsubishi Luncurkan New Triton Athlete dan Pajero Sport Limited di IIMS 2018 NERACA Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha…

Dishub Sukabumi Diganjar Rp13 Miliar Untuk Infrastruktur Jalan - Tahun Ini

Dishub Sukabumi Diganjar Rp13 Miliar Untuk Infrastruktur Jalan Tahun Ini NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi mendapatkan anggaran…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Dispar NTT Dorong Warga Untuk Bangun Penginapan - Tingkatkan Kunjungan Wisata

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dispar NTT) mendorong ratusan desa-desa wisata, yang tersebar di provinsi itu untuk membangun penginapan…

Pemkot Banda Aceh Targetkan 1 Juta Wisatawan

Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, ke ibu kota Provinsi Aceh itu sekitar 1 juta…

Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah

Kota Banda Aceh terkenal dengan julukan kota Serambi Mekkah. Tak heran jika syariat Islam berlaku di sana. Namun, hal itu…