Pengumuman Ditunda, Investor Bertanya - Kabinet Jokowi

NERACA

Jakarta -Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Destry Damayanti menuturkan, penundaanpengumuman kabinet oleh Presiden Joko Widodo justru akan menimbulkan pertanyaan bagi para investor."Dengan adanya 'delay' (penundaan) seperti ini, akhirnya menimbulkan tanda tanya di pasar. Apakah benar yang kemarin hasil kesepakatan politik itu bagus?," ujarnya di Jakarta, Kamis (23/10).

Destry menuturkan, penundaan pengumuman kabinet juga menjadi salah satu sentimen melemahnya nilai tukar rupiah.Namun, lanjut Destry, secara keseluruhan, pergerakan nilai tukar rupiah dan harga saham tidak sepenuhnya tergantung dari kondisi politik di dalam negeri, akan tetapi juga ada pengaruh ekonomi global. Dia sendiri masih sulit memprediksi nilai tukar rupiah ke depan seiring dengan masih adanya faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya.

"Kalau saya lihat dengan kondisi seperti ini masih sulit menentukan rupiah akan berapa, kalau seperti ini rupiah sulit kembali ke level fundamental yang ada di level Rp11.500 per dolar AS," tegasnya.Desty pun berharap, Presiden Joko Widodo dapat segera mengumumkan jajaran menteri dalam kabinetnya sehingga dapat memberikan kepastian bagi para investor dan juga tentunya dapat segera merealisasikan program-program yang dijanjikan saat masa kampanye. [ardi]

BERITA TERKAIT

Apkasi Ajak Bupati Gaet Investor LN

Apkasi Ajak Bupati Gaet Investor LN NERACA Kuta-Bali - Indikator positif penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo (AOE) Tahun 2017 yang ditandai…

Optimisme Investor Bawa IHSG Menguat 0,24%

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/2) ditutup menguat 16,22 poin seiring…

Pemkot Palembang Undang Investor Garap Pulau Kemaro

Pemkot Palembang Undang Investor Garap Pulau Kemaro NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengundang kalangan investor di dalam dan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…