Laba Bersih Mandiri Capai Rp14,5 Triliun

Triwulan III 2014

Jumat, 24/10/2014

NERACA

Jakarta -PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp14,5 triliun pada triwulan III-2014, atau tumbuh 12,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp12,8 triliun."Pertumbuhan laba tersebut didorong terutama oleh pendapatan bunga yang tumbuh 26,5%," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, saat paparan kinerja Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/10).

Hingga September 2014, laju pertumbuhan kredit mencapai 12,4% menjadi Rp506,5 triliun dibandingkan dengan September 2013 sebesar Rp450,8 triliun.Secara sektoral, kredit Bank Mandiri ke sektor produktif tercatat tumbuh 14,3% menjadi Rp389,4 triliun dengan pertumbuhan kredit investasi sebesar 10,8% dan kredit modal kerja sebesar 16,4%.

Sektor konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 23,9% sementara sektor industri pengolahan mencatat penyaluran terbesar, yaitu Rp96,1 triliun, disusul oleh sektor perdagangan, restoran, dan hotel yang mencapai Rp82,7 triliun.Atas kinerja tersebut, lanjut Budi, aset Bank Mandiri pada triwulan III-2014 tumbuh 14% menjadi Rp798,2 triliun.

Budi menuturkan, memasuki era pasar terbuka ASEAN, pihaknya akan bertransformasi dalam pengembangan bisnis dengan menekankan pada integrasi seluruh potensi Bank Mandiri dan perusahaan anak."Melalui integrasi ini, kami meyakini Bank Mandiri akan terus dapat tumbuh berkesinambungan untuk merealisasikan visi memakmurkan negeri serta menjadi salah satu bank terbaik di kawasan Asia Tenggara," katanya.

LDR turun tipis

Sementara itu, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) Mandiri pada triwulan III-2014 turun tipis dari 85,65% pada periode yang sama tahun lalu menjadi 85,31%. Perseroanmemang menjaga tingkat likuiditas perusahaan dengan baik sehingga mampu mendukung rencana pengembangan bisnis perusahaan baik secara organik maupun anorganik.

"Hal itu terlihat dari rasio pinjaman terhadap pihak ketiga (LDR) yang sebesar 85,31% pada September 2014, di bawah batas ketentuan BI yaitu 92%," ujar Budi. Adapun dana pihak ketiga yang dihimpun Bank Mandiri tumbuh 14,9% menjadi Rp590,9 triliun pada September 2014 dari Rp514,2 triliun di September 2013.

Dari capaian itu, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri sampai dengan triwulan III-2014 mencapai Rp361,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan giro sebesar 16,4% atau Rp18,5 triliun hingga mencapai Rp131,5 triliun.Pertumbuhan DPK Mandiri sebesar 14,9% lebih besar dibandingkan pertumbuhan kredit 12,9%.

Budi mengatakan, di tengah persaingan yang semakin ketat, baik dalam pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, kami berhasil menjaga tren positif dalam ekspansi Bank Mandiri."Hal ini sejalan dengan keinginan kami untuk dapat terus berperan optimal dalam mendorong laju perekonomian nasional," tandasnya. [ardi]