PNM Gelar Pelatihan "From Zero to Hero" - DI Yogyakarta

NERACA

Yogyakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mendorong pengrajin, pengusaha dan pedagang yang menjadi nasabah PNM untuk terus mengembangkan usahanya dari segala sisi. Komitmen tersebut direalisasikan PNM dengan menggelar pelatihan dan pembinaan bagi 70 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi nasabah ULaMM PNM cabang Yogyakarta untuk klaster Yogyakarta.

Setelah sukses menggelar pelatihan serupa untuk klaster Wangon beberapa waktu lalu, kali ini pelatihan lanjutan diberikan bagi klaster Yogyakarta dan menjadi pelatihan yang keempat di tahun ini bagi cabang Yogyakarta.

Mengambil tema “From Zero To Hero” pelatihan kali ini kembali mendapatkan perhatian dari kalangan akademisi/praktisi serta Pengusaha, Kadin DIY dan motivator yang biasa mengisi acara UMKM di wilayah tersebut. Pada kesempatan ini narasumber Kiki F. Wijaya, seorang motivator, trainer, dosen, Konsultan SDM, penulis, serta entrepreneur meluangkan waktunya untuk membagi pengalamannya menjadi wirausaha yang sukses.

Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi mengatakan, walaupun pelaku UMKM di wilayah Yogyakarta telah mampu mengolah dan memasarkan produknya hingga menembus pasar ekspor, tetapi masih ditemukan beberapa kelamahan dalam menjalankan bisnisnya. Keunikan produk atau jasa yang ditawarkan akan menjadi nilai unggul bagi mereka untuk tetap bertahan pada sektor bisnis yang ditekuni.

“Karenanya salah satu fokus utama kami dalam program PKU kali ini adalah memberikan motivasi kewirausahaan mengenai strategi menjadi pengusaha yang ulung yang mampu memulai usahanya dari awal dan menghadapi setiap tantangan di depannya tanpa rasa takut,” kata Arief di Yogyakarta, Kamis (23/10).

Sementara itu, Pemimpin PNM cabang Yogyakarta Dhandi Iswandi, mengatakan bahwa kontribusi nasabah ULaMM di klaster Yogyakarta tidak kalah tingginya dengan klaster lainnya. Peningkatan kapasitas usaha dari nasabah binaan pun sangat signifikan dan potensi calon nasabah cukup besar di wilayah ini. Pelatihan seperti ini secara langsung juga mempengaruhi kinerja nasabah sekitar.

“Melalui Pelatihan ini diharapkan para peserta dapat menghasilkan produk yang memberikan nilai tambah yang lebih besar dari produk yang dihasilkan. Dan pada akhirnya hal ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga, Hasil usahanya pun mampu diterima pasar lokal hingga pasar regional. Mimpi ini yang akan terus kami pupuk kepada nasabah kami” kata dia.

Dia pun berharap melalui serangkaian kegiatan pelatihan tersebut pengetahuan dan ketrampilan para pengrajin meningkat, baik dari sisi motivasi dan manajerial produksi.

Dalam kesempatan ini, Dhandi juga menyampaikan kinerja positif pembiayaan PNM klaster Yogyakarta dalam setahun terakhir. Tercatat per September 2014 realisasi outstanding pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp117 miliar dengan total nasabah sebanyak 3.105 nasabah. [mohar]

Related posts