Sentimen Global Lebih Pengaruhi IHSG

Aktivitas investor saham dipengaruhi oleh isu global dan salah satunya kebijakan dari The Fed, meskipun dinamika politik di Indonesia tetap memengaruhi fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetapi tidak sebesar pengaruh isu global,” Jokowi Efek yang sempat terjadi beberapa waktu lalu diakuinya memang memengaruhi kondisi pasar saham di Indonesia, meski demikian sifatnya tidak terlalu signifikan,”kata Kepala Bagian Pengawasan Transaksi Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bekti Anuwar di Semarang, Kamis (23/10).

Bekti mengatakan, besarnya pengaruh isu global terhadap aktivitas investor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan efek dari globalisasi. Saat ini 64% dari seluruh investor yang aktif di pasar modal Indonesia berasal dari kepemilikan asing, sehingga jika investor asing menarik dananya akan langsung berpengaruh pada turunnya level IHSG.

Dia menjelaskan, melihat dari kondisi ekonomi pada tahun 1998 lalu ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, kondisi tersebut hampir sama dengan saat ini. Sementara itu, mengenai isu-isu lokal yang dikatakan akan memengaruhi fluktuasi IHSG tidak bisa dijadikan parameter selama tidak dirilis oleh BEI atau pemerintah,”Misalnya saja ada isu bahwa investor akan menunggu pengumuman kabinet baru selanjutnya pasar modal akan bergerak. Ini tidak bisa dijadikan parameter," jelasnya.

Meski demikian, kondisi tersebut lazim terjadi di pasar modal. Oleh karena itu, saat ini pihaknya terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait pasar modal. Mengakhiri perdagangan saham di BEI Kamis sore, IHSG ditutup menguat 29,195 poin (0,58%) ke level 5.103,518. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 5,255 poin (0,61%) ke level 867,719.

Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Haryajid Ramelan mengatakan, masih adanya ekspektasi positif terhadap pemerintahan baru kembali menopang IHSG berada di area positif. Diharapkan, susunan kabinet yang baru nanti dapat menambah kepercayaan investor pasar modal untuk menginvestasikan dananya dalam saham sehingga IHSG BEI akan kembali meningkat.

Kendati IHSG BEI sedang berada dalam area positif, lanjutnya, namun masih rentan terkoreksi seiring sentimen ke depannya yang masih cukup banyak tantangan dari global, salah satunya kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed rate). Kemudian setelah sentimen politik mereda, pasar akan mencermati fundamental ekonomi dari dalam negeri dan global. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Putusan Sengketa Lebih Cepat Diselesaikan - Manfaatkan Mediasi Lewat BAPMI

NERACA Jakarta – Bergerak dinamisnya industri pasar modal seiring dengan hadirnya produk investasi baru dan aturan baru, tentunya menimbulkan permasalahan…

BUMN Migas Vs BUK Migas, Mana Lebih Efisien? - PENGELOLAAN SEKTOR ENERGI

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha berharap pemerintah tidak buru-buru merealisasikan pembentukan induk usaha…

MAMI Prediksi Kinerja IHSG Tumbuh Signifikan - Momentum Tahun Politik

NERACA Jakarta – Pilkada serentak yang bakal di lakukan tahun depan, membuat kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar modal. Meskipun keyakinan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…