Pemerintah Baru Harus Jaga Stabilitas Ekonomi

NERACA

Jakarta - Presiden Joko Widodo diharapkan mampu menerapkan stabilitas perekonomian Indonesia. Dibandingkan terus menggenjot pertumbuhan perekonomian.Mantan Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah mengatakan, pertumbuhan perekonomian yang tinggi akan sulit dicapai pada tahun depan. "Karena banyak faktor yang baik sifatnya eksternal juga internal yang harus kita rapikan dulu supaya semua lapisan elemen masyarakat ikut membangun," katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, pemilihan stabilitas dirasa paling tepat, meskipun pada masa kejayaaan SBY memimpin Indonesia berhasil mencetak pertumbuhan PDB empat kali lipat. Meskipun, ketimpangan pendapatan menjadi hal yang krusial.

Apalagi, menurut Ekonom Bank DBS Gundy Cahyadi, roda menilai ekonomi pemerintah baru Jokowi – JK nanti diperkirakan tidak bisa bergerak cepat. Hal ini diakibatkan struktur fundamental ekonomi yang rentan terhadap pengaruh eksternal.

Selama ini ekspektasi publik terhadap Jokowi, terutama untuk perbaikan ekonomi cukup besar. Sayangnya, harapan tersebut perlu disadarkan karena besarnya tantangan ekonomi yang dihadapi pemerintah baru mendatang.

Gundy mengatakan pemerintah mendatang punya PR perbaikan defisit transaksi pada neraca transaksi berjalan masih menjadi fokus utama yang perlu diatasi. Selain itu dari sisi moneter, langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya sebesar 7,5% sejak akhir 2013 dinilai tepat untuk mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan.

Dari sisi fiskal, langkah kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) juga ditunggu. Perbaikan sistem subsidi akan mendorong penggunaan anggaran lebih efisien. Dan terakhir adalah perbaikan struktur industri nasional.

Gundy juga mengakui ekspektasi investor terhadap presiden dan wakil presiden terpilih sempat menurun akibat gejolak politik nasional. Namun dia yakin ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi ekonomi nasional dalam jangka panjang masih besar. "Jadi itu sudah kritical, tinggal pilihan politik sekarang apakah mau memilih pertumbuhan atau menjaga stabilitas atau memeratakan, saya kira kalau saya memilihnya equility stabilitas," pungkasnya. [agus]

Related posts