Saratoga Terbitkan MTN Senilai Rp 725 Miliar - Lunasi Utang Ke DBS Bank

NERACA

Jakarta – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp 725 miliar. Seluruh dana akan digunakan untuk pembayaran pinjaman kredit kepada DBS Bank Ltd. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (23/10).

Disebutkan, penawaran MTN akan dilakukan secara terbatas. Adapun bertindak sebagai penjamin emisi surat utang tersebut adalah PT DBS Vickers Securities Indonesia. Diketahui, pada 17 Februari 2014, Saratoga menerbitkan Irrevocable Standby Letter of Credit (SLBC) melalui DBS Bank sebesar US$ 40 juta. Dana pinjaman akan digunakan untuk pembelian perusahaan tambang Kendall Court Resource Investments Ltd. Dari fasilitas tersebut, perseroan menarik sebesar US$ 17,5 juta pada 10 April 2014.

Pada awal Oktober 2014, Saratoga menuntaskan akuisisi atas PT Trimirta Karya Jaya senilai Rp 275 miliar. Akuisisi itu merupakan pelaksanaan hak opsi beli (call option) sebesar 80% saham Trimitra milik PT Mitra Daya Mustika.

Lebih jauh, perusahaan investasi milik Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya tersebut mulai merambah bisnis ritel. Perseroan mengakuisisi sebanyak 5,83% saham PT Gilang Agung Persada (GAP), pengelola berbagai merek aparel kelas menengah atas. Nilai akuisisi mencapai US$ 5,16 juta atau sekitar Rp 60 miliar.

Gilang Persada mengelola bisnis fashion, gaya hidup, dan luxurious brand di Indonesia. Perusahaan memiliki sejumlah brand seperti Guess, Celine Givenchy, La Senza, Gao, Banana Republic, Raoul, VNC, Nautica, Swarovski, dan Victorinox Swiss Army.

Selama Januari - Juni 2014, Saratoga telah menambah investasi di sejumlah perusahaan investasi di sektor konsumer dan sumber daya alam (SDA). Di sektor konsumer, Saratoga meningkatkan investasi sebesar Rp 24 miliar di PT Mitra Pinasthika Mustika, Tbk (MPMX), perusahaan di bidang konsumer otomotif. Perseroan juga memperkuat bisnis SDA melalui tiga perusahaan investasinya, yakni Finders Resources, Sumatera Gold and Copper dan Sihayo yang beroperasi di Indonesia.

Selama enam bulan pertama 2014, laba bersih Saratoga tercatat sebesar Rp 542 miliar, meningkat 242% dibandingkan periode sama 2013 senilai Rp 158 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh laba yang dihasilkan sejumlah perusahaan investasi Saratoga dan peningkatan produksi bisnis kilang minyak.

Presiden Direktur Saratoga, Sandiaga S Uno pernah bilang, peningkatan kinerja positif di semester pertama ditopang oleh hampir seluruh sektor bisnis utama perseroan yaitu konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam.

Dengan portofolio investasi yang solid tersebut, Saratoga berhasil mempertahankan posisinya sebagai perusahaan investasi yang tumbuh secara positif di tengah kondisi ekonomi domestik dan global yang dinamis, ,”Meskipun situasi ekonomi masih menghadapi banyak tantangan, kami bersyukur Saratoga mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya, sehingga kinerja keuangan perusahaan tetap tumbuh secara positif. Kami akan terus membuka peluang investasi baru dan mendorong perusahaan investasi di bawah Saratoga untuk semakin berkembang agar dapat meningkatkan nilai perusahaan mereka,”katanya. (bani)

Related posts