Sambut Kabinet Baru, IHSG Masih Menguat

Jumat, 24/10/2014

NERACA

Jakarta –Kembali tertundanya pengumuman kabinet baru presiden Jokowi dan Jusuf Kalla sempat membuat keraguan dari pelaku pasar. Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan aksi beli investor di lantai bursa sebagai bentuk respon positif sentiment positif pasar kabinet Jokowi akan sesuai yang diharapkan.

Alhasil, mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 29,195 poin (0,58%) ke level 5.103,518. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 5,255 poin (0,61%) ke level 867,719,”Masih adanya ekspektasi positif terhadap pemerintahan baru kembali menopang IHSG berada di area positif,”kata Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan di Jakarta, Kamis (23/10).

Dirinya mengharapkan bahwa susunan kabinet yang baru nanti dapat menambah kepercayaan investor pasar modal untuk menginvestasikan dananya dalam saham sehingga IHSG BEI akan kembali meningkat. Kendati IHSG BEI sedang berada dalam area positif, lanjutnya, namun masih rentan terkoreksi seiring sentimen ke depannya yang masih cukup banyak tantangan dari global, salah satunya kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed rate).

Kata Haryajid, setelah sentimen politik mereda, pasar akan mencermati fundamental ekonomi dari dalam negeri dan global. Indeks BEI akhir pekan diproyeksikan masih akan melanjutkan penguatan pasca di umumkannya kabinet pemerintahan baru presiden Jokowi.

Perdagangan berjalan sepi karena aksi tunggu investor menunggu pengumuman jajaran kabinet Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Aksi beli masih dilakukan oleh investor asing. Transaksi investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 7,55 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 193.612 kali dengan volume 4,486 miliar lembar saham senilai Rp 5,361 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 123 turun, dan 102 saham stagnan.

Hanya pasar saham Singapura yang berhasil menemani BEI di teritori positif. Bursa-bursa Asia lainnya terjebak di zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Adira Finance (ADMF) naik Rp 775 ke Rp 11.375, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 750 ke Rp 7.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 17.925, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 21.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 1.300 ke Rp 5.275, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 56.225, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 950 ke Rp 2.850, dan Unilever (UNVR) turun Rp 825 ke Rp 31.200.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik 12,927 poin (0,25%) ke level 5.087,250. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,147 poin (0,25%) ke level 864,611. Saham-saham yang kemarin naik cukup tinggi sempat dilepas untuk ambil untung. Untungnya aksi beli kembali muncul dan mendorong indeks balik arah ke zona hijau.

Posisi tertinggi yang bisa dicapai Indeks di 5.093. Perdagangan berjalan sepi karena aksi tunggu investor menunggu pengumuman jajaran kabinet Presiden RI Joko Widodo. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 99.028 kali dengan volume 2,314 miliar lembar saham senilai Rp 2,458 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 92 turun, dan 101 saham stagnan.

Bursa-bursa regional siang balik arah ke zona merah padahal diawal perdagangan tadi masih banyak yang menguat. Hanya bursa Singapura yang berhasil bertahan positif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Adira Finance (ADMF) naik Rp 725 ke Rp 11.325, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 21.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 17.725, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 225 ke Rp 11.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 56.775, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 425 ke Rp 3.375, Matahari (LPPF) turun Rp 225 ke Rp 15.775, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 6.400.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 2,26 poin atau 0,04% ke posisi 5.076,58 di tengah antisipasi pasar terhadap pengumuman susunan kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,56 poin atau 0,07% ke posisi 863,03.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, IHSG cenderung menguat terbatas seiring pelaku pasar terus memantau perkembangan teranyar terkait pembentukan tim ekonomi pemerintahan Jokowi-JK,”Spekulasi di pasar saham akan tetap terjadi seraya menanantikan kepastian dari kabinet menteri pemerintahan Jokowi-JK," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar juga masih menanti kebijakan terhadap penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mengingat subsidi pada sektor energi cukup membebani APBN. Dari eksternal, dia mengatakan bahwa munculnya kekhawatiran beberapa bank negara-negara di kawasan Eropa kemungkinan tidak akan berhasil melewati "stress test", setidaknya sekitar 11 bank dari enam negara Eropa diperkirakan tidak lolos tes tersebut, kondisi itu bisa membuat sentimen negatif bagi laju bursa Asia, termasuk IHSG BEI.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 43,50 poin (0,19%) ke 23.360,47, indeks Nikkei turun 54,06 poin (0,34%) ke 15.143,42, dan Straits Times menguat 23,96 poin (0,75%) ke posisi 3.226,07. (bani)