OJK Cabut Sanksi Tugu Mandiri

Kamis, 23/10/2014

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan secara resmi telah mencabut Sanksi Peringatan yang pernah diberikan kepada Asuransi Jiwa Tugu Mandiri pada awal September 2014 lalu.

Keputusan OJK atas pencabutan Sanksi Peringatan merupakan tindaklanjut komitmen dan setoran modal Pemegang Saham untuk memenuhi ketentuan Permodalan Perseroan. “Terhitung sejak ditutupnya RUPS tanggal 17 September 2014 posisi ekuitas Tugu Mandiri telah melebihi persyaratan modal sesuai dengan PP Nomor 81/2008,” ujar Pejabat Sementara Direktur Utama Tugu Mandiri, Fauzi Arfan, di Jakarta, Rabu (22/10).

Sementara itu, kata Fauzi, dalam rangka meningkatkan kinerja operasional serta mendukung percepatan pencapaian bisnis DPLK Tugu Mandiri semakin agresif meningkatkan pangsa pasar retail dan individu melalui program Dana Pensiun yang inovatif, yaitu DPLKplusPersonal Accident dan DPLK plus Hospital Cash Plan (HCP).

Di samping itu, guna mendukung layanan penjualan dan pembayaran iuran peserta program, manajemen juga berencana menambah channel distribution melalui sinergi dengan industri perbankan. Saat ini ada beberapa perbankan yang berminat berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya.

Kesiapan DPLK Tugu Mandiri masuk di pasar individu juga dibuktikan melalui keberhasilannya meraih sertifikat ISO 9001:2008 SNI ISO 9001:2008 untuk Pension Fund & Management System dari lembaga sertifikasi international terakreditasi Badan Akreditasi asal Inggris PT Lloyds Register Indonesia (LRQA Indonesia) di Jakarta, pekan lalu.

“Dengan sertifikasi ISO DPLK Tugu Mandiri akan terus melakukan improvement serta penyempurnaan sistem prosedur di setiap fase operasional, sehingga keamanan dan kenyamanan nasabah senantiasa terjaga,” tegas Fauzi.

DPLK Tugu Mandiri merupakan salah satu pemain kuat di industri Dana Pensiun Indonesia. Pertumbuhan DPLK Tugu Mandiri hingga kuartal III 2014 mencapai 19,07% dibanding periode yang sama tahun lalu. DPLK Tugu Mandiri memiliki jumlah peserta individu sebanyak 32 ribu orang dengan total dana kelolaan mencapai Rp873 miliar. [ardi]