Bisnis Data Telkom Berikan Kontribusi 40% - Jadi Penopang Utama Laba Bersih

NERACA

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom dinilai berhasil melakukan transformasi pendapatan dari dominasi suara menjadi data. Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu kemarin, analis KDB Daewoo Securities Indonesia, Akhmad Nurcahyadi mengungkapkan, bisnis data diharapkan menjadi penopang utama laba bersih perseroan dalam jangka panjang.

Diperkirakan penjualan data bakal berkontribusi sekitar 40% terhadap total pendapatan tahun ini,”Kami memperkirakan Telkom akan menjadi perusahaan telekomunikasi yang paling diuntungkan atas pertumbuhan permintaan data di Indonesia. Telkom juga memiliki kemampuan paling baik untuk mendapatkan keuntungan atas tren peningkatan bisnis digital dalam jangka panjang,”ujarnya.

Menurutnya, di tengah kekhawatiran akan potensi stagnannya pertumbuhan sektor telekomunikasi di Indonesia, Telkom akan menjadi operator yang paling banyak menerima keuntungan atas potensi pertumbuhan berkelanjutan permintaan jasa data di Indonesia.“Telkom merupakan operator yang paling siap dalam mengambil keuntungan dari perkembangan bisnis digital di Indonesia yang menjanjikan di masa depan,” katanya

KDB Daewoo Securities memproyeksi Earning Per Share (EPS) Telkom tahun ini dan tahun depan sebesar Rp151 danRp 161. Sementara Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, pada tahun ini menyiapkan dana untuk bangun infrastruktur broadband senilai Rp 15 triliun dan di 2015 diproyeksikan Rp45 triliun,”Kita prediksi nilai kapitalisasi pasar bisa menembus Rp300 triliun pada 2015. Katalis pertumbuhan Telkom dari seluler, bisnis internasional, dan monetisasi anak usaha,”paparnya.

Sebelumnya, guna meningkatkan nilai asset perseroan, Telkom dan Tower Bersama sepakat menukar 100% sahamnya di Mitratel dengan 13,7 % saham dari Tower Bersama yang berasal dari penerbitan saham baru. Kesepakatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, Telkom akan menukarkan 49% kepemilikannya di Mitratel dengan 290 juta lembar saham baru dari TBIG.

Kedua, Telkom memiliki opsi menukarkan 51% sisa kepemilikan Telkom di Mitratel dalam jangka waktu dua tahun dengan tambahan 472,5 juta saham baru TBIG. Selain kepemilikan saham di TBIG, Telkom akan menerima tambahan pembayaran kas sampai maksimum sebesar Rp1,74 triliun, apabila Mitratel dapat mencapai persyaratan tertentu yang telah disetujui. Pada transaksi ini Mitratel dihargai Rp11,1 triliun, termasuk utang bersihnya sebesar Rp2,7 triliun dan ekuitas Rp8,4 triliun

Menurut pengamat pasar modal dari Credit Lyonnaise Security Asia (CLSA), Abdullah Hashim, tukar guling saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan anak usaha PT Telkom Tbk, memberikan dampak positif terhadap anak usaha Telkom. (bani)

Related posts