Tiga Pilar Siapkan Capex Rp 1 Triliun

Kamis, 23/10/2014

Perusahaan makanan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) siap memperbesar investasi sepanjang 2015. Perseroan akan mengucurkan dana senilai Rp 1 triliun. Jumlah itu meningkat 47,9% dibandingkan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini sebanyak Rp 676 miliar. Sesuai rencana, dana berasal dari kombinasi pendanaan internal dan eksternal.

Direktur Keuangan Tiga Pilar Sjambiri Loe mengatakan, sebagian besar dana capex akan dipakai untuk ekspansi segmen bisnis beras. Sebanyak Rp 400 – 500 miliar bakal digunakan untuk membangun pabrik penggilingan kelima dan keenam di Sumatera,”Perseroan sebelumnya membidik wilayah Jawa Timur untuk pembangunan pabrik. Namun, setelah melewati proses pengkajian, pabrik dipindahkan ke Sumatera karena akan lebih menguntungkan petani di sana,” kata Sjambiri di Jakarta, kemarin.

Tiga Pilar juga mengalokasikan Rp 150 miliar untuk memperluas pabrik makanan ringan Taro di Jawa Tengah. Sebanyak tiga mesin baru siap didatangkan untuk mendorong produksi makanan ringan tersebut. Sementara itu, sekitar Rp 250 miliar dari dana belanja modal akan digunakan untuk memperbesar aset perkebunan kelapa sawit. Perseroan berniat mengakuisisi kebun seluas 8.000 ha di kawasan Sumatera.“Sisa capex sekitar Rp 100 miliar akan dipakai untuk pengembangan makanan lainnya,” tutur Sjambiri.

Hingga Juni 2014, Tiga Pilar membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,4 triliun atau naik 41,1% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,7 triliun. Sedangkan laba bersih tercatat sebesar Rp 172,9 miliar, tumbuh 28,8% dibandingkan semester I – 2013 sebesar Rp 134,2 miliar.

Bisnis pengolahan beras menyumbang pendapatan terbesar sebanyak Rp 1,5 triliun, tumbuh 36,3% dibandingkan Rp 1,1 triliun. Sementara itu, manufaktur makanan menyumbang pendapatan sebesar Rp 868,6 miliar atau naik 27 persen dibandingkan semester I – 2013 sebesar Rp 683,9 miliar. Adapun agribisnis mencatat pendapatan sebesar Rp 55,4 miliar, naik 146,2% dari Rp 22,5 miliar pada enam bulan pertama tahun lalu. (bani)