Duta Anggada Realty Terbitkan Global Bond

Akuisisi Perusahaan di Sumsel

Kamis, 23/10/2014

NERACA

Jakarta –Guna mendanai ekspansi bisnisnya kedepan dan akuisisi perusahaan, PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) memperoleh persertujuan pemegang saham untuk menerbitkan surat utang berdenominasi dolar (global Bonds). Perseroan akan menerbitkan global bonds sebanyak-banyaknya US$ 200 juta atau setara dengan Rp2,39 triliun dengan jangka waktu selama-lamanya 5 tahun,”Para pemegang saham telah menyetujui rencana kami untuk menerbitkan surat utang ini,” kata Presiden Direktur PT Duta Anggada Reaty Tbk, Ventje Suardana, di Jakarta, Rabu (22/10).

Ventje menyebutkan bahwa nilai penerbitan surat utang ini memperhatikan nilai ekuitas perseroan yang sebesar Rp2,92 triliun maka rencana nilai utang pokok entitas anak akan sekitar 81,79% dari nilai ekuitas perseroan. Dalam menerbitkan surat utang ini perseroan memperkirakan tingkat suku bunga surat utang ini tidak akan lebih dari kisaran antara 7% hingga 13%.

Untuk memuluskan aksi korporasinya tersebut, perseroan telah menunjuk J.P.Morgan Chase Bank sebagai penjamin emisi pelaksana efek. “Emisi pelaksana surat utang ini JP Morgan, rencananya kami akan roadshow ke kawasan Asia,” jelasnya.

Selain itu, perseroan mulai fokus menggarap proyek-proyek kawasan industri,”Kita diversifikasi usaha kita.Industrial estateini memang dibutuhkan. Banyak investor perlu lahan. Pertumbuhan Indonesia juga diharapkan bisa 6-7% kan.Industrial estatesekarang bagus. Kita pikir kita tidak ada salahnya masuk ke sana dandemand-nya bagus," kata Ventje Suardana.

Menurut Ventje, perseroan akan mengakuisisi lahan seluas 1.000 hektar (ha) di wilayah Serang, Banten, yang akan dijadikan sebagai kawasan industri milik perseroan. Hingga saat ini, perseroan masih dalam tahap pembebasan lahan kawasan industri di Serang tersebut. "Kami perkirakan pembangunan akan memakan waktu selama tiga tahun. Tahun 2016 mendatang pembebasan lahan kami harap sudah selesai. Tapi, lebih cepat lebih baik," lanjutnya.

Selain itu, perseroan juga akan mengakuisisi perusahaan properti yang memiliki kawasan industri seluas 500 ha yang terletak di Tanjung Api-api, Sumatera Selatan. Adapun, dana untuk melakukan akuisisi lahan ini akan diperoleh dari dana hasil penerbitan surat utang berdenominasi dolar (global bonds) yang akan diterbitkan oleh anak usahanya, yakni Primary Assets Pte Ltd.

Dalam menerbitkan surat utang ini perseroan memperkirakan tingkat suku bunga surat utang ini tidak akan lebih dari kisaran 7% hingga 13%. Sepanjang tahun ini, perseroan membidik pendapatan setidaknya tumbuh 20% di sepanjang tahun ini seiring dengan pembukuan dari penjualan proyek properti yang telah terjual sejak 2013.

Corporate Secretary Duta Anggada Realty, Aka Permata pernah bilang, perseroan optimistis dapat mencatatkan kinerja yang positif di tahun ini meskipun bisnis di sektor properti diprediksi akan mengalami perlambatan. Sepanjang tahun lalu perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp829,38 miliar, sehingga pada tahun ini perseroan berpotensi mengantongi pendapatan minimal Rp995,18 miliar.“Pendapatan penjualan mayoritas dari perkantoran di Sinarmas MSIG Tower yang akan dibukukan pada tahun ini,” ujarnya. (bani)