BNLI Tambah Saham di Astra Sedaya Finance

Kamis, 23/10/2014

Bank Permata Tbk (BNLI) menguasai sebanyak 237.609.990 saham PT Astra Sedaya Finance (ASDF) atau mewakili 25% dari total saham ASDF dan merupakan salah satu pemegang saham pengendali. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Katherine Grace, Sekretaris Perusahaan Perseroan menyebutkan bahwa perseroan menambah 1 saham baru ASF pada 20 Oktober lalu.

Transaksi ini sudah diberitahukan dan diterima oleh Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal yang sama. Bank Permata kata Katherine, telah lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai pemegang saham pengendali ASF.

Sebagai informasi, PT Bank Permata Tbk (PermataBank) berniat menjaga posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) minimal 16%. Bahkan, untuk mengantisipasi sejumlah risiko yang dapat menggerogoti CAR, yakni risiko kredit, risiko operasional, dan risiko pasar, bank hasil merger ini berniat menerbitkan obligasi subordinasi atau subdebt dan juga rights issue pada 2015,”Rights issue akan besar, hitung kebutuhan modal sesuai dengan pertumbuhan kredit. Tergantung kondisi makro juga,” kata Plt Direktur Utama PermataBank, Roy Arfandy.

Menurutnya, kredit tahun depan diperkirakan bakal lebih lambat lagi. Pertumbuhan kredit industri juga akan berada di level 12%-an. Sementara tahun ini akan di kisaran 14%-15%. Namun, lanjut Roy, PermataBank tidak akan melakukan ekspansi ke luar negeri. Pasalnya, potensi di dalam negeri masih cukup luas. “Pemegang saham juga tidak dorong kami keluar,” tambahnya.

Seperti diketahui, perseroan mencatat peningkatan laba operasional sebelum pencadangan (konsolidasi dan tidak diaudit) dalam periode enam bulan sebesar Rp1,34 triliun, atau meningkat 13% year-on-year (yoy) dari Rp1,19 triliun dalam periode yang sama pada 2013. Laba bersih setelah pajak mencapai Rp800 miliar. (bani)