BNLI Tambah Saham di Astra Sedaya Finance

Bank Permata Tbk (BNLI) menguasai sebanyak 237.609.990 saham PT Astra Sedaya Finance (ASDF) atau mewakili 25% dari total saham ASDF dan merupakan salah satu pemegang saham pengendali. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Katherine Grace, Sekretaris Perusahaan Perseroan menyebutkan bahwa perseroan menambah 1 saham baru ASF pada 20 Oktober lalu.

Transaksi ini sudah diberitahukan dan diterima oleh Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal yang sama. Bank Permata kata Katherine, telah lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai pemegang saham pengendali ASF.

Sebagai informasi, PT Bank Permata Tbk (PermataBank) berniat menjaga posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) minimal 16%. Bahkan, untuk mengantisipasi sejumlah risiko yang dapat menggerogoti CAR, yakni risiko kredit, risiko operasional, dan risiko pasar, bank hasil merger ini berniat menerbitkan obligasi subordinasi atau subdebt dan juga rights issue pada 2015,”Rights issue akan besar, hitung kebutuhan modal sesuai dengan pertumbuhan kredit. Tergantung kondisi makro juga,” kata Plt Direktur Utama PermataBank, Roy Arfandy.

Menurutnya, kredit tahun depan diperkirakan bakal lebih lambat lagi. Pertumbuhan kredit industri juga akan berada di level 12%-an. Sementara tahun ini akan di kisaran 14%-15%. Namun, lanjut Roy, PermataBank tidak akan melakukan ekspansi ke luar negeri. Pasalnya, potensi di dalam negeri masih cukup luas. “Pemegang saham juga tidak dorong kami keluar,” tambahnya.

Seperti diketahui, perseroan mencatat peningkatan laba operasional sebelum pencadangan (konsolidasi dan tidak diaudit) dalam periode enam bulan sebesar Rp1,34 triliun, atau meningkat 13% year-on-year (yoy) dari Rp1,19 triliun dalam periode yang sama pada 2013. Laba bersih setelah pajak mencapai Rp800 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Bakal Tambah Tiga Sektor Saham Baru - Perbanyak Perusahaan Go Public

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas dan transaksi harian di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah tiga…

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

Produk Otomotif China Tambah Pilihan Bagi Konsumen

Dua industri otomotif asal Tiongkok yakni PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dan PT Sokonindo Automobile tahun ini resmi memasuki…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Generali Meriahkan Insurance Festival 2017

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan, Generali Indonesia turut meramaikan Insurance Festival 2017 yang…

WTON Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Optimisme tahun depan akan jauh lebih baik kondisi perekonomian dalam negeri, memacu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan pertumbuhan…