IHSG Masih Tren Menguat Sambut Kabinet Baru

NERACA

Jakarta – Belum ada kepastian soal kabinet baru presiden Jokowi membuat ragu investor pasar modal, sehingga melancarkan aksi jualnya pada perdagangan sesi pertama hingga akhir perdagangan. Tidak hanya itu, sentiment negatif melemahnya pertumbuhan ekonomi Tingkok juga membawa laju indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi.

Menutup perdagangan Selasa, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 11,188 poin (0,22%) ke level 5.029,344. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 1,599 poin (0,19%) ke level 853,432. Tujuh indeks sektoral di lantai bursa jatuh ke zona merah. Tiga sektor masih bisa menguat, yaitu konsumer, konstruksi, dan infrastruktur.

Kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah, eforia pasar terhadap pelantikan pemerintahan baru pada perdagangan saham Selasa cenderung mulai menyusut karena fokus pasar selanjutnya pada pembentukan tim kabinet, “Selain itu, pelaku pasar juga sedang mengantisipasi publikasi kinerja keuangan emiten periode kuartal III 2014 yang sedianya akan segera dirilis,”ujarnya di Jakarta, Selasa (21/10).

Selain sentimen dari dalam negari, lanjut dia, faktor ekternal yakni kenaikan indeks Wall Street yang cenderung mulai terbatas juga menjadi salah satu faktor minimnya dukungannya bagi IHSG. Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, meski indeks BEI terkena aksi ambil untung, namun secara teknikal tren penurunan hanya dalam tren jangka pendek, ke depan indeks BEI berpotensi membentuk tren baru menuju 5.126 poin,”Jika indeks BEI mengalami koreksi, pelaku pasar dapat memanfaatkannya untuk melakukan akumulasi saham secara selektif," katanya.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 173.451 kali dengan volume 4,795 miliar lembar saham senilai Rp 4,728 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 159 turun, dan 90 saham stagnan. Bursa-bursa regional berakhir mixed. Aksi jual muncul setelah Tiongkok melaporkan ekonominya yang melambat di triwulan terakhir.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.800 ke Rp 57.575, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 30.500, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 400 ke Rp 6.550, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 15.700. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tigaraksa (TGKA) turun Rp 625 ke Rp 3.300, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 535 ke Rp 5.525, Centex (CNTX) turun Rp 525 ke Rp 17.500, dan Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 31.625.

Penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG turun 19,622 poin (0,39%) ke level 5.020,910. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,061 poin (0,47%) ke level 850,970. Pada triwulan III-2014, pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tercatat 7,3% dibandingkan periode yang sama pada 2013. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 7,5%.

Investor langsung merespons negatif kabar tersebut. Investor asing yang awalnya berburu saham langsung berbalik melepas saham. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 93.491 kali dengan volume 2,306 miliar lembar saham senilai Rp 2,387 triliun. Sebanyak 102 saham naik, 152 turun, dan 77 saham stagnan.

Bursa-bursa regional yang tadi masih melenggang di zona hijau langsung berjatuhan ke zona merah akibat sentimen dari Tiongkok tersebut. Hanya bursa Singapura yang masih bertahan positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 31.775, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 535 ke Rp 5.525, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 225 ke Rp 8.200, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 200 ke Rp 11.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.600 ke Rp 57.675, Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 30.500, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 275 ke Rp 15.725, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 6.050.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 16,75 poin atau 0,33% menjadi 5.057,28. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 4,19 poin (0,49%) ke level 859,22,”IHSG BEI mempertahankan penguatannya pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, diharapkan sentimen positif itu bukan eforia sesaat," kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya.

Secara teknikal, lanjut Surya Wijaya, IHSG juga masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan menuju level 5.141 poin, kekuatan naik terus bertambah ditunjang oleh arus dana asing yang masuk ke pasar modal.

Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya memaparkan bahwa dari dalam negeri, publik menanti pengumuman kabinet yang akan mendampingi Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Di sisi lain, lanjut dia, total investasi langsung atau "foreign direct investment" (FDI) di Indonesia meningkat sebesar 6,8% pada kuartal III 2014 dari 3,6% pada kuartal sebelumnya. Posisi investasi yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) trennya juga masih sejalan dengan prediksi Mandiri Sekuritas yang menilai akan ada pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2014.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 102,29 poin (0,44%) ke 23.172,55, indeks Nikkei turun 91,81 poin (0,61%) ke 15.019,42, dan Straits Times menguat 14,89 poin (0,47%) ke posisi 3.196,01. (bani)

Related posts