InHutani Pesimis Bisa Go Public Tahun Depan

NERACA

Jakarta – Pelaku pasar modal berharap pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla bisa mendorong perusahaan plat merah untuk go public. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing industri pasar modal dengan mendorong perbankan emiten listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk desakan BUMN PT Inhutani yang merupakan anak usaha Perum Perhutani (Persero).

Merespon hal tersebut, Direktur Utama Perum Perhutani, Mustoha Iskandar menilai pesimistis bila Inhutani bisa go public tahun depan. Pasalnya, perlu waktu lama untuk memproses initial public offering (IPO)BUMN di Bidang Kehutanan dan tidak bisa dilakuan dalam waktu yang singkat,”Kalau perubahan BUMN kehutanan butuh waktu, karena memang bisnis forest itu long term, bukan short term, Harus menunggu jangka waktu lebih lama,”ungkapnya di Jakarta, Selasa (21/10).

Dia mengatakan, untuk mendorong PT Inhutani melantai di bursa saham perlu dilakukan restrukturisasi terlebih dahulu. Menurutnya hal tersebut masih sulit dilakukan dan belum ada yang siap, “Perlu restrukturisasi, apa neraca dan laba-ruginya," katanya.

Meskipun demikian, Perum Perhutani akan terus melakukan pembenahan agar Inhutani dapat melakukan IPO. Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen pernah bilang, pemerintahan Jokowi dinantikan keberpihakannya terhadap industri pasar modal dalam mendorong BUMN untuk go public lebih banyak lagi, “Tahun depan harapannya dengan pemerintahan baru, keterpihakan ke pasar modal bisa jauh lebih besar,”tuturnya.

Menurutnya, keterpihakan yang dimaksud dari sisi upaya pemerintah dalam menggiring perusahaan-perusahaan BUMN bisa go public pada 2015 bisa sangat besar. Selain untuk membantu perkembangan perusahaan BUMN itu sendiri, langkah ini dilakukan guna membuat perusahaan tersebut jauh lebih terbuka dengan prinsip GCG (good corporate governance). “Sebab potensinya besar sekali BUMN untuk masuk bursa. Dan saya lihat banyak BUMN yang siap,” tambah Hoesen.

Seperti diketahui, pada tahun ini perusahaan BUMN tidak ada yang mencatatkan sahamnya di bursa. Hal ini justru yang memberanikan diri masuk bursa pertama kali, yakni anak usaha perusahaan BUMN, yakni Wika Beton. Jika tahun depan banyak perusahaan BUMN masuk bursa, bukan tidak mungkin target BEI mematok IPO 35 perusahaan pada 2015 bisa tercapai.

Hal senada juga pernah disampaikan Direktur Utama BEI, Ito Warsito, pihaknya mengharapkan pemerintahan baru mendatang mempermudah izin pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) bagi BUMN dalam rangka meraih pendanaan untuk mendukung investasi di dalam negeri sehingga membantu pertumbuhan ekonomi nasional,”Yang perlu dipikirkan adalah pasar modal, kalau pemerintah baru memikirkan pasar modal. Tentunya kebijakannya sederhana, izinkan BUMN melakukan IPO untuk mendapatkan dana dengan mengakses pasar modal,”ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Revitalisasi Citarum Butuh 7 Tahun

    NERACA   Bandung - Presiden Joko Widodo memperkirakan revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dapat diselesaikan dalam waktu…

Tahun Ini, CSAP Buka Dua Gerai Mitra 10

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan penjualan, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) masih agresif perluas penetrasi pasar dengan membuka gerai Mitra…

Pasar Modal Indonesia Sudah Teruji dan Kebal - Dihantui Sentimen Tahun Politik

NERACA Jakarta – Tahun 2018 masih memberikan harapan positif bagi kinerja Bursa Efek Indonesia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Dana Segar US$ 150 Juta - Wika Realty Kebut Proyek TOD Jakarta River City

NERACA Jakarta – Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty memastikan pembangunan proyek mixed use…

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…