Tim Kabinet Jokowi Harus Yakinkan Pasar - Investor Ragukan Menteri Ekonomi

NERACA

Jakarta –Euforia pelantikan presiden dan wakil presiden Jokowi dan Jusuf Kalla masih terus berlanjut seiring dengan rencana pemerintah yang bakal merilis susunan kabinet pemerintahannya. Oleh karena itu, kondisi ini akan menjadi angina segar terhadap laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun begitu, jika tidak adanya kepastian pemerintahan Jokowi untuk segera merilis susunan kabinetnya bisa menjadi sentiment negatif. Tengok saja, menutup perdagangan sesi pertama pada Selasa (21/10) kemarin, IHSG ditutup melemah 19,622 poin (0,39%) ke level 5.020,910. Hal ini dipicu keraguan investor soal kepastian formasi menteri ekonomi Jokowi,”Para investor masih tetap menunggu struktur kabinet Jokowi-JK. Hal tersebut membuktikan, bahwa masih adanya keraguan dari pasar," ungkap Analis First Asia Capital David Sutyanto di Jakarta, Selasa (21/10).

Namun, lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa keragu-raguan pelaku pasar juga terlihat dari adanya nilai value yang kecil sampai siang. Padahal saat awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 16,75 poin atau 0,33% menjadi 5.057,28. Sementara menurut analis PT Waterfront Securities, Oktavianus Marbun, terkoreksi indeks BEI disebabkan kenaikan indeks saham yang terlalu tinggi sehingga dimanfaatkan pelaku pasar untuk ambil untung.

Disebutkan, kenaikan IHSG terlalu tinggi dikarenakan pemodal telah merespon pelantikan tersebut jauh-jauh hari sebelumnya. Karena itu, kata Oktavianus, dengan dilantiknya Joko Widodo, bukan berarti menunjukan pasar saham akan seterusnya stabil.

Dia mengatakan, masih ada tahap-tahap dimana Joko Widodo harus meyakinkan pelaku pasar bahwa pasar modal Indonesia telah stabil. Hal berikutnya yang akan membuat stabil atau tidaknya pasar adalah pengumuman kabinet. Selanjutnya, kebijakan yang akan diambil oleh pemerintahan ke depan juga akan sangat berpengaruh kepada pasar modal Indonesia,”Kalau stabil belum, habis kabinet, terus pengambilan keputusan mengenai regulasi," tuturnya.

Kata pengamat pasar modal Alfred Nainggolan, penguatan IHSG terhadap respon positif pelantikan presiden terpilih Jokowi tidak akan berlangsung lama karena saat ini fundamental ekonomi masih lemah. Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar menunggu nama-nama yang dikeluarkan Jokowi untuk mengisi pos menteri. “Pengunguman menteri kabinet ekonomi tentunya akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks. Yang penting komposisi kabinet, pasar masih menunggu personilnya. Kalau mengembirakan menguat lebih jauh,” ujarnya.

Alfred menambahkan untuk memperkuat secara fundamental ekonomi, maka Jokowi harus tegas dalam menyikapi permasalahan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Meski ada inflasi dalam waktu dekat, tetapi pengaruh kenaikan BBM subsidi berguna untuk jangka panjang. Bisa membangun infrastruktur yang telah digalakkan oleh Jokowi,” tuturnya. (bari/bani)

BERITA TERKAIT

Impor Dosen Asing Harus Diperketat

      Pengamat bidang pendidikan tinggi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar Dr Ade Djulardi menilai dosen asing yang…

XL Edukasi Pemanfaatan Internet dan Medsos - Tingkatkan Ekonomi Pedesaan di Pandeglang

Komitmen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dalam membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat memasuki era ekonomi digital, kembali ditunjukkan lewat…

KOTA DEPOK - Polisi: Eksekusi Pasar Kemirimuka Ditunda

KOTA DEPOK Polisi: Eksekusi Pasar Kemirimuka Ditunda NERACA  Depok - Eksekusi lahan Pasar Kemirimuka Kota Depok Jawa Barat ditunda karena…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…