Transaksi Saham MYRX Dalam Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau masuk unusual market activity (UMA), akhirnya transaksi perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy mengatakan, saat ini bursa tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham perseroan sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham MYRX. Oleh karena itu, investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan, dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan yang belum mendapatkan RUPS.

Irvan menambahkan, pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjuk adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sebagai informasi, perseroan mulai merambah bisnis properti dengan mengakuisisi PT Mandiri Mega Jaya perusahaan yang bergerak bidang properti yang saat ini tengah mengembangkan kawasan residensial di daerah Serpong dan Maja, Banten.

Analis Sucorinvest Central Ghani, Michele Gabriela dalam kajiannya menyebutkan, MYRX mengincar kalangan menengah ke bawah. Mereka memiliki 2.937 hektare lahan di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Kembali Perdagangkan Saham GTBO

Sejak disuspensi di 2015 lalu, kini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)…

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank NERACA Padang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah daerah yang menerapkan…

Pengawasan Perbankan dan Harga Minyak

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis   Bagi negara net importir minyak seperti Indonesia, naiknya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…