Pemerintah Baru Dongkrak Jumlah Investor

Rabu, 22/10/2014

Pasca dilantiknya Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden baru memberikan harapan baru bagi pelaku pasar. Oleh karena, pemerintahah baru nanti diyakini mampu mendorong peningkatan jumlah investor pasar modal baik di tingkat lokal maupun nasional.

Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan, bergairahnya aktivitas investasi biasanya terdorong optimisme masyarakat akan tumbuhnya perekonomian, terjaminnya situasi politik dan keamanan,”Pelantikan Jokowi kemarin terbukti membawa sentimen positif pelaku pasar modal, ini memudahkan kami dalam mengedukasi masyarakat agar melek investasi," kata Irfan di Yogyakarta, Selasa (21/10).

Dia menyebutkan, di DIY jumlah investor pasar modal telah mencapai 8.000 orang, di mana 35% merupakan investor dari kalangan mahasiswa.PIPM DIY, kata Irfan, hingga saat ini konsisten melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada calon investor, agar dapat menjadi investor yang cerdas atau memahami risiko dan keuntungan berinvestasi di pasar modal.

Hal itu, kata dia, terbukti dengan terbentuknya gallery pasar modal di beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta di DIY."Sampai sekarang sudah ada 13 kampus yang memiliki gallery pasar modal di DIY," kata dia.

Menurut Irfan optimisme kalangan pelaku pasar modal menguat semenjak pertemuan Jokowi dan Prabowo. Hal itu semakin diperkuat saat pelantikan presiden (20/10) berlangsung aman hingga mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) ke posisi 5.088."Kondisi pasar modal di DIY seirama dengan situasi pasar modal nasional,”ujarnya.

Kondisi demikian, kata dia, diharapkan terus berlangsung seiring dengan kemampuan Jokowi melakukan pembenahan di berbagai sektor, didukung kabinet yang pro investor. (ant/bani)