30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia

Festival Kuliner Nusantara

Sabtu, 01/11/2014

Festival bertema kuliner Nusantara hadir di Mall of Indonesia, Kelapa Gading. Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut menghadirkan 30 hidangan kuliner Tanah Air yang merupakan bagian dari 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI). Festival 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia dimeriahkan seminar kuliner, pameran, demo masak 30 IKTI, lomba memasak bertema 30 IKTI, dan hiburan musik.

Untukcooking competitionmemperebutkan hadiah total 30 juta rupiah. Dalam event ini turut hadir Bondan Winarno (pemerhati kuliner), Vindex Tengker (professional chef), dan Linda Adimidjaja (praktisi kuliner). Hadir pulacooking demodari Junior Masterchef indonesia, yaitu: Afaf, Zidan, Revo, Nocole, Alain, dan Kimmy. Seperti sudah dikenali bahwa Kemenparekraf telah meluncurkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia untuk mengembangkan dan memfokuskan pengembangan kuliner Indonesia.

Memang tidak perlu diragukan lagi kuliner asli Indonesia, 30 ikon Indonesia tersebut telah diujirasa sehingga memiliki resep yang baku dan bisa dibuat di mana saja. Ragam kuliner itu terdiri dari kuliner pusaka, tradisi dan unggulan, mulai dari makanan pembuka, hingga penutup dimana semuanya diharapkan menjadi makanan yang wajib dimasak pada setiap event nasional atau internasional di Istana Negara.

Tiga puluh ikon kuliner tradisional Indonesia diseleksi oleh kelompok kerja dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terdiri dari para praktisi dan pakar kuliner. Landasan pemilihan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia tersebut berdasarkan beberapa kriteria.Pertama, bahan baku harus mudah diperoleh, baik di dalam maupun luar negeri, yangkeduakuliner tersebut telah dikenal oleh masyarakat luas, sertaketigaada pelaku profesional praktisi kuliner tersebut. Pemilihan kuliner tradisional sebenarnya tidak berhenti pada 30 kuliner namun ke depannya setiap destinasi wisata diharapkan memiliki ikon dan kuliner unggulannya.

Ke-30 ikon kuliner tradisional tersebut ialah: ayam panggang bumbu rujak yogyakarta, gado-gado jakarta, nasi goreng kampung, serabi bandung, sarikayo minangkabau, es dawet ayu banjarnegara, urap sayuran yogyakarta, sayur nangka kapau, lunpia semarang, nagasari yogyakarta, kue lumpur jakarta, soto ayam lamongan, rawon surabaya, asinan jakarta, sate ayam madura, sate maranggi purwakarta, klappertaart manado, tahu telur surabaya, sate lilit bali, rendang padang, orak-arik buncis sili, pindang patin palembang, asam padeh tongkol padang, nasi liwet solo, es bir pletok jakarta, kolak pisang ubi bandung, ayam goreng lengkuas bandung, laksa bogor, kunyit asam solo, dan nasi tumpeng.

Jenis kuliner yang terakhir, yaitu nasi tumpeng dipilih sebagai ikon andalan di dalam dan luar negeri. Alasannya karena nasi tumpeng memiliki dasar filosofi Indonesia yang kuat dan mempresentasikan budaya makan orang Indonesia. Nasi tumpeng juga memiliki visualisasinya atraktif baik penampilan maupun cita rasanya serta mudah dikombinasikan dengan jenis kuliner lainnya. Selain itu, nasi tumpeng juga mudah dibuat di luar negeri dan dapat dijadikan sebagai menu wajib restoran Indonesia di mancanegara.