Pengusaha Nantikan Sinyal Positif

Pemerintah baru

Selasa, 21/10/2014

NERACA

Jakarta - Di mata para pengusaha dengan dilantiknya pasanganJoko Widododan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) maka investasi di Indonesia memiliki harapan baru. Hal ini juga membuat sinyal positif terhadap bisnis usaha di masa mendatang di bawah kepemimpina Capres dan Cawapres baru.

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa dengan berlangsungnya pelantikan ini akan memberikan efek bagi positif bagi dunia bisnis dan usaha.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto optimis akan hal itu. Hal ini terlihat sebelum pelantikan Jokowi-JK, dalam beberapa hari lalu Prabowo dan Jokowi bertemu dan ini membuat angin segar bagi pengusaha, khususnya perekonomian.

"Dengan berlangsungnya pelantikan saya rasa bagus, berarti ada kepastian. Ke depannya lebih baik," kata Suryo di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (20/10).

Suryo menjelaskan, secara umum pada pelantikan Jokowi-JK berjalan lancar, sehingga akan memberikan kepastian politik bagi negara dan ini memberikan pengaruh positif bagi sektor ekonomi.

"Saya yakin akan positif, karena sudah ada komunikasi politik, sudah ada kejelasan, itu memberikan kesan sudah stabil," sebutnya.

Menurut Suryo, dengan mulai adanya kestabilan politik ini, membuat investor semakin percaya kepada Indonesia sehingga pembangunan industri juga diharapkan berjalan lebih baik.

"Untuk dunia usaha stabilitas itu penting, jadi mudah-mudahan dengan begitu tidak ada lagi modal lari ke luar negeri, arus investasi bisa lancar masuk, itu harapan kita," tutup pria yang akrab di sapa SBS ini.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar menyampaikan bahwa untuk realisasi investasi penanaman modal pada triwulan III tahun 2014 sebesar Rp 119,9 triliun dengan jumlah investasi PMDN sebesar Rp 41,6 triliun (24,2%) dan investasi PMA sebesar Rp 78,3 triliun (16,9%). Apabila dibandingkan dengan periode yang sama (Juli-September) tahun 2013 terjadi kenaikan sebesar 19,3%.

"Kinerja investasi di triwulan ketiga 2014 ini tetap berlangsung baik dan meningkat tinggi di tengah-tengah proses pilpres dan transisi pemerintahan. Hal ini memperlihatkan kepercayaan investor terhadap kondisi fundamental ekonomi dan politik Indonesia serta prospek pertumbuhan ekonomi ke depan terjaga dengan baik," kata Mahendra.

Sedangkan, jumlah realisasi investasi untuk periode Januari-September tahun 2014 mencapai Rp 342,7 triliun, yang terdiri dari investasi PMDN sebesar Rp 114,4 triliun (21,6%) dan realisasi investasi PMA sebesar Rp 228,3 triliun (14,6%). Apabila dibandingkan dengan periode yang sama (Januari-September) tahun 2013 terjadi peningkatan sebesar 16,8%. [agus]