Pemerintah Dituntut Pertajam Hillirisasi Industri Perikanan

Bogor, Jawa Barat

Selasa, 21/10/2014

NERACA

Bogor - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, saat melakukan kunjungan terakhirnya menjadi Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II mengatakan untuk sektor perikanan secara produksi sudah sangat bagus dari tahun ke tahun pencapaiannya sangat luar biasa, di tahun 2013 lalu saja dikisaran 19 juta ton tercapai bahkan melampaui dan di tahun 2014 ini ditargetkan sekitar 20 juta ton lebih dipastikan tercapai. Dan saat ini kami mempunyai program hillirisasi industri dengan konsep blue economy dan sudah berjalan baik. Dan untuk pemerintah besok harus lebih mempertajam lagi program hillirisasi industri agar lebih berkembang lagi.

“Secara produksi sektor perikanan nasional sudah sangat luar biasa, secara pertumbuhan saja sudah bisa mencapai angka 6,3 persen, sektor pertanian masih jauh yang hanya dikisaran 3 persen. Oleh karena itu pemerintah baru nanti harus lebih baik lagi terutama disektor industrinya agar mendapatkan nilai tambah yang lebih besar,” tegas Sharif, saat melakukan kunjungan terakhirnya menjadi Menteri, di Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/10).

Apalagi tahun besok sudah masuk pada persaingan perdagangan global menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA/AEC) tahun 2015khususnya di sektor perikananakansemakin ketat.Dalam hal ini pemerintah dituntut untuk terus berbenahmelakukan berbagai upaya strategis dalam menyelamatkanproduk perikanan di pasar dalam negeri dari ancaman masuknya produk-produk perikanandari luar.Peningkatan daya saing dan peningkatan nilai tambahmenjadi kunci keberhasilanmemenangi persaingan tersebut. Kebijakan percepatan industrialisasi perikananyang telah dicanangkanKementerian. “Platform pembangunan untuk industrialisasinya sudah kami siapkan, pemerintah besok tinggal melanjutkan saja,” imbuhnya.

Oleh karenanya pemerintah kedepan tinggal menjalankan kebijakan percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan sebagai langkah strategis menghadapi persaingan perdagangan global. Kebijakan ini telah berhasil meningkatkan nilai tambah produk perikanan melalui diversifikasi produk yang menjadi pemicu percepatan produksi perikanan nasional. Produksi perikanan mulai dari ikan segar, bahan baku, sampai dengan ikan olahan dan/atau produk lain berbahan ikan telah berhasil ditingkatkan melalui sistem manajemen perikanan berorientasi pasar. Selain itu,pembangunan perikanan dan kelautan serta daya saing produk perikanantelahmeningkat secara signifikan.Sebabnya,integrasi sektor perikanan dari hulu ke hiliryang berbasis padapembangunan kewilayahan dan prinsip-prinsip ekonomi biru sertai program peningkatan mutu,produktivitasdan efisiensi usaha.“Hal itu membuktikan bahwa kebijakan yang dijalankan telah mampu memberikan manfaat bagi perekonomian rakyat”, ujar Sharif.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengolahan dan PemasaranHasil Perikanan (P2HP) KKP menambahkan menyambut pagelaran pasar bebas ASEAN 2015 nanti hillirisasi industry sudah menjadi suatu keharusan jika ingin menjadi pemain dalam pasar bebas nanti. “Hillirisasi sudah harus wajib, apalagi saat pasar bebas nanti,” katanya.

Untuk itu, pemerintah baru ini diharapkan mau membuat platform yang baik untuk hillirisasi sektor perikanan terutama untuk Usaha Kecil Mikro (UKM) perikanan. Mengingat sektor UKM ini yang harus terus digenjot, terutama untuk pasar dalam negeri kalau perusahaan pengolahan besar sudah tidak perlu dikhawatirkan. Sedangkan selama ini kendala UKM adalah masalah permodalan, jadi pemerintah nanti bisa lebih push perbankan agar mau memberikan penambahan modal. “Selama ini masalah besar di industry perikanan adalah masalah bahan baku, tapi itu sudah teratasi. Masalah utama sekarang adalah dipermodalan terutama untuk UKM. Jadi pemerintah besok diharapkan bisa membantu untuk kemudahan akses permodalan di bank,” tandasnya. [agus]