Jokowi Effect, Pasar Cermati Susunan Kabinet

NERACA

Jakarta – Euforia atas pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla mendapatkan respon positif dari pelaku pasar sehingga mampu memuluskan laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat seharian pada Senin awal pekan ini.

Menutup perdagangan Senin awal pekan, IHSG ditutup menguat 11,586 poin (0,23%) ke level 5.040,532. Sementara Indeks LQ45 menguat 0,837 poin (0,10%) ke level 855,031. Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado mengatakan, menguatnya indeks BEI itu merespons positif pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2014—2019,”Pasar saham merespon positif transisi pemerintahan yang berjalan kondusif,”ujarnya di Jakarta, Senin (20/10).

Berikutnya, indeks BEI Selasa masih dalam tren penguatan imbas dari Jokowi effect. Kali ini, sentiment susunan kabinet menjadi perhatian pelaku pasar modal. Dimana investor berharap, kabinet Jokowi dan Jusuf Kalla berasal dari kalangan professional dan bukan titipan partai politik.

Dia menambahkan bahwa pelaku pasar saham asing juga menjadi salah satu penopang indeks BEI. Tercatat investor asing membukukan beli bersih (foreign nett buy) sebesar Rp760,617 miliar pada awal pekan ini. Kendati demikian, lanjut dia, sebagian pelaku pasar di dalam negeri kembali mengambil posisi ambil untung setelah indeks BEI sempat mengalami penguatan hingga lebih dari 1%.

Hal itu, kata dia, dikarenakan pelaku pasar juga mengantisipasi sentimen berikutnya, yakni susunan kabinet pemerintahan baru dan rilis laporan keuangan emiten periode kuartal ketiga 2014,”Sebagian pelaku pasar tidak terlalu terbawa oleh euforia pelantikan presiden karena mereka juga harus rasional masih ada sentimen yang menanti, yakni susunan kabinet dan laporan keuangan emiten Kuartal III tahun ini,”paparnya.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan jadi sasaran aksi ambil untung, terutama saham yang sempat naik tinggi diawal perdagangan. Saham-saham tersebut berada di sektor perkebunan, tambang, konsumer, menufaktur.

Investor memilih beli saham. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 239.954 kali dengan volume 5,376 miliar lembar saham senilai Rp 7,475 triliun. Sebanyak 181 saham naik, 122 turun, dan 76 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak di zona hijau. Bursa saham Jepang melonjak hingga hampir empat persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 403.000, Indocement (INTP) naik Rp 825 ke Rp 23.725, Mayora (MYOR) naik Rp 800 ke Rp 31.000, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 550 ke Rp 6.950. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.225 ke Rp 58.275, Unilever (UNVR) turun Rp 775 ke Rp 31.175, Adira Finance (ADMF) turun Rp 625 ke Rp 10.600, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 400 ke Rp 11.000.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 54,055 poin (1,07%) ke level 5.083,001. Sementara Indeks LQ45 melaju 11,424 poin (1,34%) ke level 865,618. Tak butuh waktu lama bagi Indeks untuk menembus titik tertingginya di 5.101. Aksi jual investor lokal sedikit menghambat laju IHSG. aksi jual dilakukan di sektor perkebunan dan konsumer.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 148.548 kali dengan volume 3 miliar lembar saham senilai Rp 4,213 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 85 turun, dan 70 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia kompak menguat hingga siang, dipimpin bursa saham Jepang yang meroket hingga tiga persen. Menguatnya Wall Street akhir pekan lalu memberi sentimen positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indocement (INTP) naik Rp 1.075 ke Rp 23.975, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 575 ke Rp 6.975, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 19.925, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 17.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.725 ke Rp 58.775, Adira Finance (ADMF) turun Rp 475 ke Rp 10.750, Siloam (SILO) turun Rp 350 ke Rp 13.525, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 12.350.

Diawal perdagangan, indeks BEI di buka menguat ke posisi 5.068,58 poin didukung sentimen domestik yang cukup kondusif. IHSG BEI dibuka naik 39,63 poin atau 0,79% menjadi 5.068,58, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 9,93 poin (1,16%) ke level 864,12,”Sentimen domestik seperti politik tampaknya lebih dominan menopang indeks BEI di tengah sentimen perlambatan ekonomi global. Kondisi di dalam negeri juga didukung oleh saham-saham yang telah jenuh jual," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah .

Menurut dia, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla dan juga mencairnya ketegangan politik di dalam negeri menjadi salah satu katalis bagi pergerakan indeks BEI. Oleh karena itu, banyak investor memanfaatkan momentum tersebut. Kemudian pasca pelantikan Presiden dan Wapres terpilih, sentimen positif domestik diperkirakan berlanjut dan diharapkan bukan eforia sesaat.

Sentimen selanjutnya, dia menambahkan bahwa investor menantikan susunan kabinet pemerintahan baru, terutama tim ekonomi, yang direncanakan diumumkan sehari setelah pelantikan,”Tim ekonomi kabinet Jokowi-JK, diharapkan bisa memulihkan, memperkuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, outlook perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih menjadi ancaman bagi potensi pertumbuhan Indonesia. Pada pekan ini investor juga menantikan data ekonomi beberapa negara, diantaranya penjualan ritel, produksi industri dan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok. Lalu, neraca perdagangan Jepang, dan inflasi di Amerika Serikat.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 200,66 poin (0,87%) ke 23.223,87, indeks Nikkei naik 495,11 poin (3,41%) ke 15.024,05 dan Straits Times menguat 21,44 poin (0,68%) ke posisi 3.189,17. (bani)

Related posts