Kebangkitan Jurnalis

Oleh : Herni Susanti, Pemerhati Masalah Bangsa

Senin, 20/10/2014

Kilas balik sejarah, peranan pers nasional sebagai alat perjuangan dengan orientasinya yang mendukung perjuangan pergerakan nasional telah mengambil bagian penting dari epsidoe perjuangan dalam upaya mencapai kemerdekaan. Di samping sebagai wadah di mana ide-ide dan aspirasi organisasi disuarakan, juga telah berperan dalam menyadarkan dan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan yang kemudian menjadi senjata ampuh melawan politik penjajah (devide et impera).

Perkembangan saat ini, bangsa yang dinamis membawa perubahan nyata diberbagai sektor kehidupan, antara lain adanya arus Globalisasi. Dibidang komunikasi dan teknologi, penyebaran informasi secara global melalui media cetak maupun elektronik berdampak pada hilangnya batas, ruang dan waktu. Perkembangan teknologi yang pesat menjadikan kekuatan berpengaruh berbagai aspek kehidupan, termasuk rentan akan informasi yang manipulatif.

Di masa kebebasan informasi, semua orang bisa berpendapat dan menyebarluaskan pendapatnya. Dampak dari globalisasi bisa positif maupun negatif. Misalnya, saat ada fenomena Westernisasi (kebarat-baratan) menjadi trend anak muda, termasuk kalangan civitas akademis. Kebangkitan kebebasan pers pasca reformasi harus dilaksanakan secara bertanggung jawab. Selanjutnya, pers merupakan salah satu pilar dalam sebuah negara sehingga keberadaan pers menjadi sangat penting. Era kebebasan pers yang tidak didukung kearifan lokal dan aturan tepat, menghadapkan masyarakat pada berbagai informasi yang tidak berimbang dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Perangkat elektronik mempermudah elektronik, aktivitas dan komunikasi dari jauh. Di sisi lain, bisa mempertajam individualisme, memperlebar jurang kesenjangan sosial serta semakin lebar yang mendorong masyarakat berperilaku komsumtif. Berbagai aspek tersebut, dapat menyebabkan lunturnya nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda. Tata nilai sebagai acuan akan kemana bahtera perjalanan dibawa dan membumikan melalui pendidikan, pengasuhan orang tua serta kampanye sosial. Peran pers sangat besar dalam mendukung pembangunan maupun terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai informasi yang disampaikan. Untuk itu, kemajuan berbagai sektor pembangunan yang terjadi tidak terlepas dari peran wartawan yang turut berperan aktif.

Keberadaan pers dalam kesuksesan pembangunan cukup penting. Selain memiliki peran memberi masukan positif dan informasi, pers juga memiliki fungsi pengawasan memberikan kritikan atas program pembangunan pemerintah. Sebagai mitra kerja yang memiliki kontrol bagi Pemerintah, tentunya sangat membantu dalam percepatan pembangunan di daerah.

Karena melalui fungsi pengawasan yang disuguhkan dengan pemberitaan, memberikan kemudahan bagi pemda, khususnya kepala daerah, dalam mengetahui semua program pembangunan yang dilaksanakan, yang pastinya jika ada permasalahan, dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan pada program pembangunan tersebut.

Media adalah alat yang sangat ampuh dalam komunikasi massa, terutama untuk memberikan informasi penting kepada publik. Hal ini memungkinkan kita dapat menilai sesuatu dan menentukan yang benar dari yang salah dan begitu pula sebaliknya. Bahkan memungkinkan kita untuk berhubungan dengan orang lain melalui televisi, produksi video pedesaan, radio, internet, dan lainnya yang membuat dunia menjadi tempat yang lebih kecil.

Meski demikian, sebagai wartawan yang profesional juga harus bisa memahami kode etik dalam menyuguhkan informasi, tentunya dibutuhkan data yang konkret untuk mendalami berita yang akan di informasikan kemasyarakat. Dalam memberikan kritik, sebuah pemberitaan juga harus bisa memberikan solusi. Tentunya pers dalam memberitakan informasi kepada publik hendaknya berimbang dengan memberitakan konfirmasi antara masyarakat dan pemerintah, sehingga pers diharapkan dapat menjadi jembatan informasi pemerintah dengan masyarakat.

Melalui jurnalisme, orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat melihat berbagai karya yang telah dibuat dan sedang berlangsung di seluruh dunia. Namun, jika kita memperluas perspektif kita dan melihat lebih dalam ke kedalaman masyarakat kita, kita mungkin masih merasa ada yang kurang.

Karena itu, media memainkan peranan yang sangat penting dalam mengumpulkan potongan-potongan informasi penting dari teka-teki informasi ke setiap orang yang ingin tahu. Terkait, adanya output dari konferensi Prakarsa Manado (Manado Inisiatif) dan pendirian secara resmi Asosiasi Jurnalis Asia Pasifik yang akan diketuai oleh Indonesia pada tahun pertama.

Pelaksanaan konferensi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, membangun kebersamaan, dan profesionalisme jurnalis di Asia Pasifik. Hal tersebut dilaksanakan dengan menjunjung tinggi kebebasan pers dalam mewujudkan perdamaian dunia. “Dengan demikian peran jurnalis televisi dalam meningkatkan kualitas kehidupan suatu bangsa serta menjaga perdamain dunia bisa terwujud”.

Sementara itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dapat menjadi corong untuk penyelesaian konflik di berbagai daerah dengan pemberitaan berimbang dengan mengandalkan pelaksanaan soft power. Secara umum, situasi Indonesia cenderung kondusif dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti di Timteng.

Namun, Indonesia dapat mengambil peran dalan konflik tersebut dengan mengandalkan diplomasi dan menghindari hard power. Peran yang dapat dilakukan, yakni mengatasi pemaksaan kekuatan tertentu, melakukan perang terhadap transnational crime, dan perangan melawan teroris.

“Sebagai bangsa Indonesia semangat kebangsaan untuk mempertahankan negara kesatuan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk itulah dengan semangat empat pilar kebangsaan yang harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, hal itu sebagai perubahan sosial sebagai konsekuensi dari pelaksanaan demokrasi serta pengaruh Globalisasi informasi mengandung unsur yang harus diwaspadai”.***