KSEI Mampu Layani Tiga Juta Investor

Operasikan C-BEST Next-G

Senin, 20/10/2014

NERACA

Jakarta – Guna mengantisipasi peningkatan transaksi saham di pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus berbenah diri dengan mengoptimalkan infrastruktur pelayanannya dan salah satunya menghadirkan Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) Next Generation (Next-G). Melalui teknologi ini, KSEI menargetkan mampu menangani hingga 3 juta inestor pasar modal dengan kapasitas pemrosesan penyediaan transaksi yang ditingkatkan lebih dari 6 kali lipat kapasitas sebelumnya atau sekitar 20.000 penyelesaian transaksi per menit.

Kata Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi, tahun lalu total penyelesaian transaksi bursa melalui C-BEST sebesar 1,34 triliun unit dengan frekuensi mencapai 37,5 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan dari 2012, dengan jumlah penyelesaian transaksi sebesar 1,05 triliun unit dengan frekuensi sebesar 29,9 juta, “Maka mengantisipasi peningkatan transaksi, generasi terbaru C-BEST Next-G menjadi jawabannya, karena peningkatan jumlah transaksi di pasar modal diprediksi akan terus berlanjut setiap tahunnya,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya mengungkapkan, proses pemilihan vendor telah dilakukan sejak 2013 dengan proses yang cukup ketat dan mengacu pada spesifikasi dan kebutuhan yang diperlukan. Program C-BEST Next-Gyang dikembangkan nantinya dapat mengakomodir message dengan format SWIFT ISO 20022 yang berlaku internasional. Hal ini akan memudahkan KSEI dalam melakukan Cross Border Settlement dengan negara lain kedepannya.

Selain itu, kehadiran teknologi C-BEST Next-G juga dimaksudkan untuk mengantisipasi persaingan ketat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan. Dari beberapa tahapan pengembangan yang harus dilakukan, sistem C-BEST Next-G ini ditargetkan dapat selesai diimplementasikan pada Desember 2016.

Oleh karena itu, untuk mengoptimalkannya lebih baik, KSEI juga menjalin kerjasama dengan bursa saham Nasdaq “Pengembangan C-BEST Next-G dengan menggandeng bursa saham Nasdaq dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan nilai kapitalisasi pasar, jumlah investor dan volume transaksi di pasar modal Indonesia pada masa mendatang,”tandasnya.

Sistem C-BEST yang ada saat ini dapat mengakomodasi hingga 3.000 penyelesaian transaksi efek per menit. Sementara Executive Vice President, Market Technology Nasdaq Lars Ottersgard menambahkan, kerja sama yang terjalin dengan KSEI merupakan langkah penting dalam pengembangan bisnis "post-trade" yang dimiliki Nasdaq,”Untuk mengembangkan C-BEST Next-G, KSEI akan mengadaptasi produk X-stream technology milik Nasdaq sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan peran KSEI sebagai Central Securities Depository (CSD) yang mampu bersaing di wilayah regional. Kami menyambut gembira kerja sama dengan KSEI dan siap menjadi bagian Indonesia di masa mendatang," katanya.

C-BEST merupakan plaftorm elektronik terpadu yang telah mendukung aktivitas penyelesaian transaksi Efek secara pemindahbukuan sejak tahun 2000, tepatnya pada saat implementasi perdagangan tanpa warkat (scripless) di pasar modal Indonesia. (bani)